Tampilkan postingan dengan label Teknik Sepeda Motor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Sepeda Motor. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Februari 2014

TUNE UP BENSIN (TOYOTA)

TUNE UP BENSIN (TOYOTA)

1. PERIKSA SISTEM PENDINGINAN
• Periksa Tinggi air pendingin pada reservoir tank (sampai garis atas) full
• Periksa kualitas (Periksa air pendingin kemungkinan terdapat oli, karat atau kotoran)
• Periksa kebocoran menggunakan radiator tester (kerusakan atau berubahnya bentuk dari radiator atau slang, klem slang, longgar, kerusakan atau berkaratnya radiator, kebocoran pompa air, inti radiator atau longgarnya sumbat penguras air.
• Tekanan pembukaan katup tutup radiator 0.75 – 1.05 kg/cm2 (limit : 0.6 kg/cm2)

2. PERIKSA DAN STEL TALI KIPAS
• Periksa tali kipas kemungkinan retak, berubah bentuk, terlalu kencang atau aus, terkena oli atau gemuk, dan persinggungan yang tidak sempurna antasa tali dan puli.
• Periksa dan setel kekencangan tali dengan kekuatan tekanan 10 kg
Pompa air – alternator : 7-11 mm
Engkol – kompresor : 11-14 mm

3. PERIKSA DAN BERSIHKAN SARINGAN UDARA
Bersihkan elemen saringan udara, hembuskan udara bertekanan dari sebelah dalam, jika elemen koyak atau terlalu kotor, ganti dengan yang baru.

4. PERIKSA BATERAI
• Periksa baterai secara visual : kemungkinan penyangga baterai berkarat, hubungan terminal longgar, terminal berkarat atau rusak, baterai rusak atau bocor.
• Ukur berat jenis elektrolit menggunakan hydrometer (std : 1,25 – 1,27 kg/l pada 20 0C)

5. PERIKSA OLI MESIN
• Periksa tinggi oli antara L dan F dan isi sampai garis full
• Periksa kualitas oli kemungkinan sudah kotor, kemasukan air, atau berubah warna.
• Ganti saringan oli dengan alat SST
• Periksa kebocoran oli mesin atau tank oli

6. PERIKSA DAN STEL BUSI
• Pemeriksaan dengan visual kemungkinan retak atau kerusakan lainpada ulir ataupun isolator, keausan elektroda, gasket rusak atau berubah bentuk, elektroda terbakar atau terdapat kotoran yang berlebihan.
• Bersihkan busi menggunakan cleaner spark plug
• Stel celah busi (std : 0,8 mm)

7. PERIKSA TAHANAN KABEL TEGANGAN TINGGI
• Tahanan kurang dari 25 kilo ohm

8. PERIKSA dan STEL DISTRIBUTOR
• Tutup distributor kemungkinan retak, cacat, berkarat, terbakar atau lubang kabel kotor, terminal elektroda terbakar, pegas bagian tengah lemah.
• Celah platina (std : 0,45 mm)
• Sudut dwell 520 +_ 60 pada maksimum Rpm 950, Dalam 30 dari idling hingga 2000 rpm
• Saat pengapian 80 sebelum TMA/idling
• Periksa cara kerja governor dengan memutar rotor searah jarum jam dan harus kembali dengan secat setelah diputar dan dilepas.
• Rotor tidak boleh terlalu longgar
• Hidupkan mesin dan lepaskan slang vakum dari distributor. Tanda waktu berubah-ubah sesuai dengan putaran mesin.
• Bila posisi olktan selektor atau tuning tidak standar setelah oktan selektornya.
• Momen pengencangan baut distributor 19 N-m

9. PERIKSA dan STEL CELAH KATUP
• Hisap : 0,20 mm dengan momen pengencangan (1,8 – 2,4 kg - m)
• Buang : 0,30 mm dengan momen pengencangan (1,8 – 2,4 kg - m)
• Baut kepala silinder dengan momen pengencangan (5,4 – 6,6 kg - m)
10. PERIKSA dan STEL KARBURATOR
• Katup trotel harus terbuka penuh pada waktu pedal gas ditekan penuh.
• Penyetelan terbuka penuh dilakukan melalui kabel gas atau baut penyetop penuh.
• Periksa pompa percepatan dan bensin harus muncrat keluar dari jet pada waktu katup trotel terbuka.
• Cuk biasa atau katup cuk harus tertutup penuh apabila tombol cuk ditarik sampai habis, katup cuk harus terbuka penuh pada waktu tombol cuk dikembalikan ke tempat semula.
• Pembukaan cuk, periksa Bimetallic Vacuum Switching Valve (BVSV) dalam keadaan mesin dingin suhu air pendingin harus dibawah 30 0C dan lepaskan selang vakum dari pembuka cuk, tarik sepenuhnya t
• Tombol cuk, tekan pedal gas sekali dan hidupkan mesin, pasang kembali selang vakum pada pembuka cuk dan cek bahwa penghubung cuk tidak bergerak.

11. PERIKSA dan STEL PUTARAN IDLE
• 750 rpm menggunakan timing light

12. PERIKSA DAN SETEL KONSENTRASI CO IDLE
• Gunakan CO meter dengan menaikann putaran mesin sekitar 200 rpm selama 30-60 detik.
• Agar konsentrasi stabi, tunggu selama satu menit sebelum melakukan pengukuran dan pengukuran harus dilakukan dalam waktu tiga menit.
• Konsentrasi CO : 0,5-1,5 % jika konsentrasinya melebihi harga spesifikasi, kencangkan sekrup pengatur campuran idle sedikit demi sedikit sampai tercapai harga spesifikasi.

13. PERIKSA TEKANAN KOMPRESI
• Std : 11 kg/cm2
• Limit : 9 kg/cm2
• Gunakan alat kompresi tester

14. TES JALAN KENDARAAN

Jumat, 24 Januari 2014

SISTEM TRANSMISI


Tuas pemindah kecepatan (5 kecepatan) pada Mazda Protege.
Sistem transmisi, dalam otomotif, adalah sistem yang berfungsi untuk konversi torsi dan kecepatan (putaran) dari mesin menjadi torsi dan kecepatan yang berbeda-beda untuk diteruskan ke penggerak akhir. Konversi ini mengubah kecepatan putar yang tinggi menjadi lebih rendah tetapi lebih bertenaga, atau sebaliknya.
Contoh transmisi 5-kecepatan pada rpm mesin 4.400
Gir nomor Rasio gir RPM pada
poros keluar transmisi
1 3.769 1.167
2 2.049 2.147
3 1.457 3.020
4 1.000 4.400
5 0.838 5.251
Torsi tertinggi suatu mesin umumnya terjadi pada sekitar pertengahan dari batas putaran mesin yang diijinkan, sedangkan kendaraan memerlukan torsi tertinggi pada saat mulai bergerak. Selain itu, kendaraan yang berjalan pada jalan yang mendaki memerlukan torsi yang lebih tinggi dibandingkan mobil yang berjalan pada jalan yang mendatar. Kendaraan yang berjalan dengan kecepatan rendah memerlukan torsi yang lebih tinggi dibandingkan kecepatan tinggi. Dengan kondisi operasi yang berbeda-beda tersebut maka diperlukan sistem transmisi agar kebutuhan tenaga dapat dipenuhi oleh mesin.
ada tiga tipe transmisi yaitu:
1. transmisi manual

Pandangan atas dan samping transmisi manual yang ditempatkan dilantai dari Ford dengan 4 kecepatan
Transmisi manual adalah sistem transmisi otomotif yang memerlukan pengemudi sendiri untuk menekan/menarik seperti pada sepeda motor atau menginjak kopling seperti pada mobil dan menukar gigi percepatan secara manual. Gigi percepatan dirangkai di dalam kotak gigi/gerbox untuk beberapa kecepatan, biasanya berkisar antara 3 gigi percepatan maju sampai dengan 6 gigi percepatan maju ditambah dengan 1 gigi mundur (R). Gigi percepatan yang digunakan tergantung kepada kecepatan kendaraan pada kecepatan rendah atau menanjak digunakan gigi percepatan 1 dan seterusnya kalau kecepatan semakin tinggi, demikian pula sebaliknya kalau mengurangi kecepatan gigi percepatan diturunkan, pengereman dapat dibantu dengan penurunan gigi percepatan.

Synchromesh

Synchromesh adalah perlengkapan transmisi yang berfungsi untuk menyamakan putaran antar gigi yang akan di-sambung sehingga perpindahan gigi percepatan dapat dilakukan secara mulus. Cara kerjanya saat handel transmisi pada posisi netral, maka synchromesh berada ditengah tidak berpengaruh atau dipengaruhi oleh kedua roda gigi yang ada disampingnya.

Susunan gigi percepatan


Tuas transmisi pada 5 kecepatan pada Mazda Protege.
Susunan/layout gigi percepatan transmisi manual tergantung kepada ciri yang biasa digunakan disuatu kawasan, mobil keluaran Asia agak berbeda dengan Eropa, khususnya pada penempatan gigi mundur(R). Penempatan tuas transmisi yang banyak digunakan adalah di lantai tetapi beberapa mobil modern menggunakan tuas transmisi di dashboard ataupun mobil lama yang ditempatkan di setang setir.

Tuas transmisi lantai

Pola Penjelasan
Manual Layout.svg
Ini adalah susunan 5 gigi kecepatan yang lazim digunakan pada mobil modern ditambah dengan satu gigi mundur yang ditandai dengan R. Penempatan gigi mundur (R) krucial karena bisa salah memasukkan dapat mengganggu jalannya kendaraan, karena kalau dari gigi 5 salah pindah ke mundur bisa berakibat fatal.
Manual Dogleg.svg
Susunan ini adalah susunan 5 gigi kecepatan yang lazim digunakan pada bus ringan ditambah dengan satu gigi mundur yang ditandai dengan R. Gigi 1 biasanya jarang dipakai, dipakai pada saat mendaki di tanjakan terjal.

Tuas transmisi di setir


Tuas transmisi pada Setir Saab96
Pola Penjelasan
Manual Layout 3.svg Layout mobil dengan 3 gigi maju yang merupakan susunan gigi percepatan mobil-mobil Amerika keluaran tahun 1930an sampai dengan tahun 1950an yang pada waktu itu dijuluki "three on the three"
Column4MT.svg Merupakan layout yang dikembangkan sesudah itu, yang juga dikembangkan oleh mobil-mobil keluaran Eropa dan Jepang. Sampai saat ini masih digunakan pada beberapa mobil niaga seperti Mitsubishi L 300.

Tuas transmisi sepeda motor


Tuas gigi percepatan Suzuki SV650S.
Corak penukaran gigi percepatan sepeda motor yang lazim digunakan :
            6
         5 ┘
      4 ┘
    3 ┘
  2 ┘
N
1
Tuas pengungkit gigi percepatan diinjak dengan kaki kiri untuk masuk ke gigi 1 dan diungkit keatas untuk masuk ke gigi 2, 3, dan seterusnya. Bila ingin menurunkan kecepatan, maka tuas pengungkit gigi percepatan diinjak kebawah dari 5 ke 4 ke 3 dan seterusnya.
2. transmisi otomatis

Potongan transmisi otomatis

Gigi planetari pada transmisi otomatis.
Transmisi otomatis adalah transmisi yang melakukan perpindahan gigi percepatan secara otomatis. Untuk mengubah tingkat kecepatan pada sistem transmisi otomatis ini digunakan mekanisme gesek dan tekanan minyak transmisi otomatis. Pada transmisi otomatis roda gigi planetari berfungsi untuk mengubah tingkat kecepatan dan torsi seperti halnya pada roda gigi pada transmisi manual.
Kecendenderungan masyarakat untuk menggunakan transmisi otomatis semakin meningkat dalam beberapa tahun belakangan ini, khususnya untuk mobil-mobil mewah, bahkan type-type tertentu sudah seluruhnya menggunakan transmisi otomatis. Kenderungan yang sama terjadi juga pada sepeda motor seperti Yamaha Mio, Honda Vario.

Moda transmisi otomatik

Transmisi otomatik dikendalikan dengan hanya menggerakkan tuas percepatan ke posisi tertentu. Posisi tuas transmisi otomatik disusun mengikut format P-R-N-D-3-2-L, sama ada dari kiri ke kanan ataupun dari atas ke bawah. Mesin hanya bisa dihidupkan pada posisi P ataupun N saja.
Umumnya moda transmisi otomatik adalah seperti berikut:
  • P (Park) adalah posisi untuk kendaraan parkir, Transmisi terkunci pada posisi ini sehingga kendaraan tidak bisa didorong.
  • R (Reverse) adalah posisi untuk memundurkan kendaraan.
  • N (Neutral) adalah posisi gir netral, hubungan mesin dengan roda dalam keadaan bebas.
  • D (Drive) adalah posisi untuk berjalan maju pada kondisi normal.
  • 2/S (Second) adalah posisi untuk berjalan maju di medan pegunungan .
  • 1/L (Low) adalah posisi maju pada gir ke satu, hanya digunakan pada saat mengendarai pada medan yang sangat curam.
Sedangkan opsionalnya adalah :
  • 3 adalah posisi untuk berjalan maju dan transmisi tidak akan berpindah pada posisi gir atas.
  • O/D (Over Drive) adalah posisi supaya perpindahan gir pada transmisi terjadi pada putaran mesin yang lebih tinggi.
3. transmisi semi-otomatis

Setir Ferrari F430 yang dilengkapi pemindah gigi percepatan
Transmisi semi-otomatis merupakan tranmisi yang perpindahan gigi percepatannya tanpa menginjak/menekan kopling, sistem ini menggunakan sensor elektronik, prosesor dan aktuator untuk memindahkan gigi percepatan atas perintah pengemudi. Sistem ini dikembangkan untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas didaerah perkotaan. Transmisi semi otomatis juga digunakan pada mobil-mobil sport mewah seperti digunakan Porsche, Maserati, Ferrari yang kadang-kadang ditempatkan pada setir untuk mempermudah perpindahan gigi percepatan.

Pemakaian lain

Motor bebek yang beredar di Indonesia pada awal tahun 1970an sampai sekarang umumnya menggunakan transmisi semi-otomatis yang sederhana, motor bebek sangat populer pada waktu itu baru belakangan ini mulai diproduksi dan dipasarkan motor transmisi otomatis seperti digunakan pada Yamaha Mio, Honda Vario.

[sunting] Nama dagang transmisi semi otomatik

KONTRUKSI BAN MOBIL

Bagian ban
1.    Tread
Tread adalah kulit luar dari ban berfungsi melindungi carcas dari keausan dan kerusakan lainnya. Tread yg berhubungan dengan jalan disebut crown.
Bagian samping ban disebut side wade dan daerah pertemuan dengan tread disebut shoudaer
Permukaan crown disebut pattern (batik ban) yg bentuknya bermacam-macam alur disebut grooue atau non skid soulder mempunyai bagian karet yang paling tebal dan terdapat grooue
2.    Breaker
Breaker ditempatkan diantara tread dan carcass berfungsi meredam goncangan sebagai tambahan untuk mencegah pemisahan dan mengurangi elasitastal selembar karet disisipkan antara carcass dan breaker yg berfungsi sebagai bantalan
3.    Bead
Bead digunakan pada carcas supaya tidak keluar dari ujung card. Karet bead terbuat dari baja dengan kadar karbon tinggi bagian yg berhubungan dengan pelek dan lebih dekat dengan pusat ban dinamakan bead toe
Flip per membungkus bead wire dan di dalam juga terdiri beaf tiler karet kertas berbentuk segitiga bagian yg berhubungan dengan  flange pelek disebut bead heil
Fungsi ban pada kendaraan bermotor
     Fungsi ban/roda pada kendaraan bermotor terdapat fungsi ban sebagai berikut:
·         Ban menopang seluruh berat kendaraan
·         Ban sebagai media yang kenyal antara jalan dengan kendaraan
·         Ban bersentuhan langsung dengan permukaan jalan dan memindahkan gerakan serta daya pengereman ke jalan
·         Ban mengadakan kontak ke jalan
·         Meredam kejutan yang diterima dari permukaan jalan yg tidak rata
·         Menyerap panas akibat gesekan dengan permukaan jalan
Pembagian ban menurut kontruksinya
Ban pada dasarnya struktur/kontruksinya ada 3 macam yaitu:
Ø  Struktur bias
Ban dengan struktur bias paling banyak dipakai. Dibuat dari banyak lembar card yg digunakan sebagai rangka (trame) ban. Card di cemin dengan card zig-zag membentuk sudut 40-65 derajad
Ø  Struktur radial
Carcas rod membentuk sudut 90 derajad terhadap keliling ban. Bila dilihat dari samping kontruksi card adalah dalam arah radial dan arah pusat ban dan bagian yang berhubungan dengan jalan diperkuat oleh sabuk yang disebutbreaker atau belted
Ø  Struktur belted bias
Seperti struktur bias tetapi di tambah belt atau sabuk yang dipasang keliling diluar carcass sehingga menambah kekerasan ban yang berhubungan langsung dengan jalan
 Tread pettern
Tread pettern disebut juga kembang ban/batik ban penggunaan tread pettern dimulai pada tahun 1892. Karena pada waktu itu kendaraan berkecepatan rendah
Sedangkan mobil sekarang bertenaga beasr dan kecepatannya tinggi
Tread pada awalnya ada 4 bagian yaitu:
§  Rib
§  Cug
§  Block
§  Rib lug
Jika anda ingin melihat selengkapnya bisa klik disini Download untuk mendapatkan filenya. semoga bermanfaat dan terima kasih!!!

SISTEM TRANSMISI OTOMATIS SEPEDA MOTOR



1.      Transmisi
Transmisi yaitu salah satu bagian dari sistem pemindah tenaga yang berfungsi untuk mendapatkan variasi momen dan kecepatan sesuai dengan kondisi jalan dan kondisi pembebanan, yang umumnya menggunakan perbandingan roda gigi. Prinsip dasar transmisi adalah bagaimana mengubah kecepatan putaran suatu poros menjadi kecepatan putaran yang diinginkan. Gigi transmisi berfungsi untuk mengatur tingkat kecepatan dan momen mesin sesuai dengan kondisi yang dialami sepeda motor.
Sistem pemindah tenaga secara garis besar terdiri dari unit kopling, transmisi, penggerak akhir (final drive). Fungsi transmisi adalah untuk mengatur perbedaan putaran antara mesin dengan putaran poros yang keluar dari transmisi. Pengaturan putaran ini dimaksudkan agar kendaraan dapat bergerak sesuai beban dan kecepatan kendaraan.
Rangkaian pemindah pada transmisi manual tenaga berawal dari sumber tenaga (engine) ke sistem pemindah tenaga yaitu masuk ke unit kopling (clutch), diteruskan ke transmisi (gear box), kemudian menuju final drive. Final drive adalah bagian terakhir dari sistem pemindah tenaga yang memindahkan tenaga mesin ke roda belakang.
2.      Transmisi Manual
Transmisi manual adalah transmisi kendaraan yang pengoperasiannya dilakukan secara langsung oleh pengemudi. Transmisi manual dan komponen-komponenya merupakan bagian dari sistem pemindah tenaga dari sebuah kendaraan, yaitu sistem yang berfungsi mengatur tingkat kecepatan dalam proses pemindahan tenaga dari sumber tenaga (engine) ke roda kendaraan.
Komponen utama dari gigi transmisi pada sepeda motor terdiri dari susunan gigi-gigi yang berpasangan yang berbentuk dan menghasilkan perbandingan gigi-gigi tersebut terpasang. Salah satu pasangan gigi tersebut berada pada poros utama (main shaft/ counter shaft). Jumlah gigi kecepatan yang terpasang pada transmisi tergantung kepada model dan kegunaan sepeda motor yang bersangkutan. Untuk memasukkan gigi pedal pemindah harus diinjak.
Cara kerja transmisi manual adalah sebagai berikut:
Pada saat pedal/ tuas pemindah gigi ditekan poros pemindah gigi berputar. Bersamaan dengan itu lengan pemutar shift drum akan mengait dan mendorong shift drum hingga dapat berputar. Pada shift drum dipasang garpu pemilih gigi yang diberi pin (pasak). Pasak ini akan mengunci garpu pemilih pada bagian ulir cacing. Agar shift drum dapat berhenti berputar pada titik yang dikehendaki, maka pada bagian lainnya (dekat dengan pemutar shift drum), dipasang sebuah roda yang dilengkapi dengan pegas dan bintang penghenti putaran shift drum. Penghentian putaran shift drum ini berbeda untuk setiap jenis sepeda motor, tetapi prinsipnya sama.
Garpu pemilih gigi dihubungkan dengan gigi geser (sliding gear). Gigi geser ini akan bergerak ke kanan atau ke kiri mengikuti gerak garpu pemillih gigi. Setiap pergerakannya berarti mengunci gigi kecepatan yang dikehendaki dengan bagian poros tempat gigi itu berada.
Gigi geser, baik yang berada pada poros utama (main shaft) maupun yang berada pada poros pembalik (counter shaft/output shaft), tidak dapat berputar bebas pada porosnya. Selain itu gigi kecepatan (1, 2, 3, 4, dan seterusnya), gigi-gigi ini dapat bebas berputar pada masing-masing porosnya. Jadi yang dimaksud gigi masuk adalah mengunci gigi kecepatan dengan poros tempat gigi itu berada, dan sebagai alat penguncinya adalah gigi geser.
3.      Transmisi Otomatis
Transmisi otomatis adalah transmisi kendaraan yang pengoperasiannya dilakukan secara otomatis dengan memanfaatkan gaya sentrifugal. Transmisi yang digunakan yaitu transmisi otomatis “V” belt atau yang dikenal dengan CVT (Continuous Variable Transmission). CVT adalah sistem transmisi daya dari mesin menuju ban belakang menggunakan sabuk yang menghubungkan antara drive pulley dengan driven pulley menggunakan prinsip gaya gesek.
4.      Nama dan fungsi komponen transmisi otomatis
Komponen transmisi otomatis adalah sebagai berikut:
A)    Puli Penggerak/ puli primer ( Drive Pulley/ Primary Pulley)
Puli primer adalah komponen yang berfungsi mengatur kecepatan sepeda motor berdasar gaya sentrifugal dari roller, yang terdiri dari beberapa komponen berikut:
               
a)      Dinding luar puli penggerak dan kipas pendingin
Dinding luar puli penggerak merupakan komponen puli penggerak tetap. Selain berungsi untuk memperbesar perbandingan rasio di bagian tepi komponen ini terdapat kipas pendingin yang berfungsi sebagai pendingin ruang CVT agar belt tidak cepat panas dan aus.
b)      Dinding dalam puli penggerak (movable drive face)
Dinding dalam merupakan komponen puli yang bergerak menekan CVT agar diperoleh kecepatan yang diinginkan.
c)      Bushing/bos puli
Komponen ini berfungsi sebagai poros dinding dalam puli agar dinding dalam dapat bergerak mulus sewaktu bergeser.
d)     6 buah peluru sentrifugal (roller)
Roller adalah bantalan keseimbangan gaya berat yang berguna untuk menekan dinding dalam puli primer sewaktu terjadi putaran tinggi. Prinsip kerja roller, semakin berat rollernya maka dia akan semakin cepat bergerak mendorong movable drive face pada drive pulley sehingga bisa menekan belt ke posisi terkecil. Namun supaya belt dapat tertekan hingga maksimal butuh roller yang beratnya sesuai. Artinya jika roller terlalu ringan maka tidak dapat menekan belt hingga maksimal, efeknya tenaga tengah dan atas akan berkurang. Harus diperhatikan juga jika akan mengganti roller yang lebih berat harus memperhatikan torsi mesin. Sebab jika mengganti roller yang lebih berat bukan berarti lebih responsif. karena roller akan terlempar terlalu cepat sehingga pada saat akselerasi perbandingan rasio antara puli primer dan puli sekunder terlalu besar yang kemudian akan membebani mesin.
Jika roller rusak atau aus harus diganti, karena kalau tidak segera diganti penekanan pada dinding dalam puli primer kurang maksimal. Kerusakan atau keausan roller disebabkan karena pada saat penekanan dinding puli terjadi gesekan antara roller dengan dinding dalam puli primer yang tidak seimbang, sehingga lama-kelamaan terjadi keausan pada roller.
e)      Plat penahan
Komponen ini berfungsi untuk menahan gerakan dinding dalam agar dapat bergeser ke arah luar sewaktu terdorong oleh roller.
f)       V belt
Berfungsi sebagai penghubung putaran dari puli primer ke puli sekunder. Besarnya diameter V-belt bervariasi tergantung pabrikan motornya. Besarnya diameter V-belt biasanya diukur dari dua poros, yaitu poros crankshaft poros primary drive gear shift. V-belt terbuat dari karet dengan kualitas tinggi, sehingga tahan terhadap gesekan dan panas.
B)    Puli yang digerakkan/ puli sekunder (Driven Pulley/ Secondary Pulley)
Puli sekunder adalah komponen yang berfungsi yang berkesinambungan dengan puli primer mengatur kecepatan berdasar besar gaya tarik sabuk yang diperoleh dari puli primer.
               
a)      Dinding luar puli sekunder
Dalam gambar 2.3.(a) sebelah atas adalah dinding luar puli sekunder. Bagian ini berfungsi menahan sabuk / sebagai lintasan agar sabuk dapat bergerak ke bagian luar. Bagian ini terbuat dari bahan yang ringan dengan bagian permukaan yang halus agar memudahkan belt untuk bergerak.
b)      Pegas pengembali
Pegas pengembali berfungsi untuk mengembalikan posisi puli ke posisi awal yaitu posisi belt terluar. Prinsip kerjanya adalah semakin keras per maka belt dapat terjaga lebih lama di kondisi paling luar dari driven pulley. Namun kesalahan kombinasi antara roller dan per CVT dapat menyebabkan keausan bahkan kerusakan pada sistem CVT. Berikut beberapa kasus yang sering terjadi:
1.      Per CVT yang terlalu keras dapat membuat drive belt jauh lebih cepat aus karena belt tidak mampu menekan dan membuka driven pulley. Belt semakin lama akan terkikis karena panas dan gerakan berputar pada driven pulley.
2.      Per CVT yang terlalu keras jika dipaksakan dapat merusak clutch / kupling. Panas yang terjadi di bagian CVT akibat perputaran bagian-bagiannya dapat membuat tingkat kekerasan materi partsnya memuai. Pada tingkat panas tertentu, materi parts tidak akan sanggup menahan tekanan pada tingkat tertentu pula. Akhirnya per CVT bukannya melentur dan menyempit ke dalam tapi justru malah bertahan pada kondisi yang masih lebar. Kopling yang sudah panas pun bisa rusak karenanya.
c)      Kampas kopling dan rumah kopling
Seperti pada umumnya fungsi dari kopling adalah untuk menyalurkan putaran dari putaran puli sekunder menuju gigi reduksi. Cara kerja kopling sentrifugal adalah pada saat putaran stasioner/ langsam (putaran rendah), putaran poros puli sekunder tidak diteruskan ke penggerak roda. Ini terjadi karena rumah kopling bebas (tidak berputar) terhadap kampas, dan pegas pengembali yang terpasang pada poros puli sekunder. Pada saat putaran rendah (stasioner), gaya sentrifugal dari kampas kopling menjadi kecil sehingga sepatu kopling terlepas dari rumah kopling dan tertarik kearah poros puli sekunder akibatnya rumah kopling menjadi bebas. Saat putaran mesin bertambah, gaya sentrifugal semakin besar sehingga mendorong kampas kopling mencapai rumah kopling dimana gayanya lebih besar dari gaya pegas pengembali.
d)     Dinding dalam puli sekunder
Bagian ini memiliki fungsi yang kebalikan dengan dinding luar puli primer yaitu sebagai rel agar sabuk dapat bergerak ke posisi paling dalam puli sekunder. Bagian ini ditunjukkan pada gambar 2.3. (a) sebelah atas.
e)      Torsi cam
Apabila mesin membutuhkan membutuhkan torsi yang lebih atau bertemu jalan yang menanjak maka beban di roda belakang meningkat dan kecepatannya menurun. Dalam kondisi seperti ini posisi belt akan kembali seperti semula, seperti pada keadaan diam. Drive pulley akan membuka sehingga dudukan belt membesar, sehingga kecepatan turun saat inilah torsi cam bekerja. Torsi cam ini akan menahan pergerakan driven pulley agar tidak langsung menutup. Jadi kecepatan tidak langsung jatuh. Bagian ini ditunjukkan dengan gambar 2.3.(a) komponen kecil dan alur pada poros.
C)    Gigi reduksi
Komponen ini berfungsi untuk mengurangi kecepatan putaran yang diperoleh dari cvt agar dapat melipat gandakan tenaga yang akan dikirim ke poros roda. Pada gigi reduksi jenis dari roda gigi yang digunakan adalah jenis roda gigi helical yang bentuknya miring terhadap poros.

             Jika anda ingin melihat selengkapnya bisa klik disini Download untuk mendapatkan filenya. semoga bermanfaat dan terima kasih atas