TUNE UP BENSIN (TOYOTA)
1. PERIKSA SISTEM PENDINGINAN
• Periksa Tinggi air pendingin pada reservoir tank (sampai garis atas) full
• Periksa kualitas (Periksa air pendingin kemungkinan terdapat oli, karat atau kotoran)
• Periksa kebocoran menggunakan radiator tester (kerusakan atau
berubahnya bentuk dari radiator atau slang, klem slang, longgar,
kerusakan atau berkaratnya radiator, kebocoran pompa air, inti radiator
atau longgarnya sumbat penguras air.
• Tekanan pembukaan katup tutup radiator 0.75 – 1.05 kg/cm2 (limit : 0.6 kg/cm2)
2. PERIKSA DAN STEL TALI KIPAS
• Periksa tali kipas kemungkinan retak, berubah bentuk, terlalu kencang
atau aus, terkena oli atau gemuk, dan persinggungan yang tidak
sempurna antasa tali dan puli.
• Periksa dan setel kekencangan tali dengan kekuatan tekanan 10 kg
Pompa air – alternator : 7-11 mm
Engkol – kompresor : 11-14 mm
3. PERIKSA DAN BERSIHKAN SARINGAN UDARA
Bersihkan elemen saringan udara, hembuskan udara bertekanan dari
sebelah dalam, jika elemen koyak atau terlalu kotor, ganti dengan yang
baru.
4. PERIKSA BATERAI
• Periksa baterai secara visual :
kemungkinan penyangga baterai berkarat, hubungan terminal longgar,
terminal berkarat atau rusak, baterai rusak atau bocor.
• Ukur berat jenis elektrolit menggunakan hydrometer (std : 1,25 – 1,27 kg/l pada 20 0C)
5. PERIKSA OLI MESIN
• Periksa tinggi oli antara L dan F dan isi sampai garis full
• Periksa kualitas oli kemungkinan sudah kotor, kemasukan air, atau berubah warna.
• Ganti saringan oli dengan alat SST
• Periksa kebocoran oli mesin atau tank oli
6. PERIKSA DAN STEL BUSI
• Pemeriksaan dengan visual kemungkinan retak atau kerusakan lainpada
ulir ataupun isolator, keausan elektroda, gasket rusak atau berubah
bentuk, elektroda terbakar atau terdapat kotoran yang berlebihan.
• Bersihkan busi menggunakan cleaner spark plug
• Stel celah busi (std : 0,8 mm)
7. PERIKSA TAHANAN KABEL TEGANGAN TINGGI
• Tahanan kurang dari 25 kilo ohm
8. PERIKSA dan STEL DISTRIBUTOR
• Tutup distributor kemungkinan retak, cacat, berkarat, terbakar atau
lubang kabel kotor, terminal elektroda terbakar, pegas bagian tengah
lemah.
• Celah platina (std : 0,45 mm)
• Sudut dwell 520 +_ 60 pada maksimum Rpm 950, Dalam 30 dari idling hingga 2000 rpm
• Saat pengapian 80 sebelum TMA/idling
• Periksa cara kerja governor dengan memutar rotor searah jarum jam dan harus kembali dengan secat setelah diputar dan dilepas.
• Rotor tidak boleh terlalu longgar
• Hidupkan mesin dan lepaskan slang vakum dari distributor. Tanda waktu berubah-ubah sesuai dengan putaran mesin.
• Bila posisi olktan selektor atau tuning tidak standar setelah oktan selektornya.
• Momen pengencangan baut distributor 19 N-m
9. PERIKSA dan STEL CELAH KATUP
• Hisap : 0,20 mm dengan momen pengencangan (1,8 – 2,4 kg - m)
• Buang : 0,30 mm dengan momen pengencangan (1,8 – 2,4 kg - m)
• Baut kepala silinder dengan momen pengencangan (5,4 – 6,6 kg - m)
10. PERIKSA dan STEL KARBURATOR
• Katup trotel harus terbuka penuh pada waktu pedal gas ditekan penuh.
• Penyetelan terbuka penuh dilakukan melalui kabel gas atau baut penyetop penuh.
• Periksa pompa percepatan dan bensin harus muncrat keluar dari jet pada waktu katup trotel terbuka.
• Cuk biasa atau katup cuk harus tertutup penuh apabila tombol cuk
ditarik sampai habis, katup cuk harus terbuka penuh pada waktu tombol
cuk dikembalikan ke tempat semula.
• Pembukaan cuk, periksa
Bimetallic Vacuum Switching Valve (BVSV) dalam keadaan mesin dingin suhu
air pendingin harus dibawah 30 0C dan lepaskan selang vakum dari
pembuka cuk, tarik sepenuhnya t
• Tombol cuk, tekan pedal gas sekali
dan hidupkan mesin, pasang kembali selang vakum pada pembuka cuk dan
cek bahwa penghubung cuk tidak bergerak.
11. PERIKSA dan STEL PUTARAN IDLE
• 750 rpm menggunakan timing light
12. PERIKSA DAN SETEL KONSENTRASI CO IDLE
• Gunakan CO meter dengan menaikann putaran mesin sekitar 200 rpm selama 30-60 detik.
• Agar konsentrasi stabi, tunggu selama satu menit sebelum melakukan
pengukuran dan pengukuran harus dilakukan dalam waktu tiga menit.
•
Konsentrasi CO : 0,5-1,5 % jika konsentrasinya melebihi harga
spesifikasi, kencangkan sekrup pengatur campuran idle sedikit demi
sedikit sampai tercapai harga spesifikasi.
13. PERIKSA TEKANAN KOMPRESI
• Std : 11 kg/cm2
• Limit : 9 kg/cm2
• Gunakan alat kompresi tester
14. TES JALAN KENDARAAN
Tampilkan postingan dengan label Teknik Sepeda Motor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Sepeda Motor. Tampilkan semua postingan
Rabu, 19 Februari 2014
Jumat, 24 Januari 2014
SISTEM TRANSMISI
| Contoh transmisi 5-kecepatan pada rpm mesin 4.400 | ||
|---|---|---|
| Gir nomor | Rasio gir | RPM pada poros keluar transmisi |
| 1 | 3.769 | 1.167 |
| 2 | 2.049 | 2.147 |
| 3 | 1.457 | 3.020 |
| 4 | 1.000 | 4.400 |
| 5 | 0.838 | 5.251 |
ada tiga tipe transmisi yaitu:
1. transmisi manual
Synchromesh
Synchromesh adalah perlengkapan transmisi yang berfungsi untuk menyamakan putaran antar gigi yang akan di-sambung sehingga perpindahan gigi percepatan dapat dilakukan secara mulus. Cara kerjanya saat handel transmisi pada posisi netral, maka synchromesh berada ditengah tidak berpengaruh atau dipengaruhi oleh kedua roda gigi yang ada disampingnya.Susunan gigi percepatan
Tuas transmisi lantai
| Pola | Penjelasan |
|---|---|
| Ini adalah susunan 5 gigi kecepatan yang lazim digunakan pada mobil modern ditambah dengan satu gigi mundur yang ditandai dengan R. Penempatan gigi mundur (R) krucial karena bisa salah memasukkan dapat mengganggu jalannya kendaraan, karena kalau dari gigi 5 salah pindah ke mundur bisa berakibat fatal. | |
| Susunan ini adalah susunan 5 gigi kecepatan yang lazim digunakan pada bus ringan ditambah dengan satu gigi mundur yang ditandai dengan R. Gigi 1 biasanya jarang dipakai, dipakai pada saat mendaki di tanjakan terjal. |
Tuas transmisi di setir
| Pola | Penjelasan |
|---|---|
| Layout mobil dengan 3 gigi maju yang merupakan susunan gigi percepatan mobil-mobil Amerika keluaran tahun 1930an sampai dengan tahun 1950an yang pada waktu itu dijuluki "three on the three" | |
| Merupakan layout yang dikembangkan sesudah itu, yang juga dikembangkan oleh mobil-mobil keluaran Eropa dan Jepang. Sampai saat ini masih digunakan pada beberapa mobil niaga seperti Mitsubishi L 300. |
Tuas transmisi sepeda motor
6
5 ┘
4 ┘
3 ┘
2 ┘
N
1
Tuas pengungkit gigi percepatan diinjak dengan kaki kiri untuk masuk ke gigi 1 dan diungkit keatas untuk masuk ke gigi 2, 3, dan seterusnya. Bila ingin menurunkan kecepatan, maka tuas pengungkit gigi percepatan diinjak kebawah dari 5 ke 4 ke 3 dan seterusnya.
2. transmisi otomatis
Transmisi otomatis adalah transmisi yang melakukan perpindahan gigi percepatan secara otomatis. Untuk mengubah tingkat kecepatan pada sistem transmisi otomatis ini digunakan mekanisme gesek dan tekanan minyak transmisi otomatis. Pada transmisi otomatis roda gigi planetari berfungsi untuk mengubah tingkat kecepatan dan torsi seperti halnya pada roda gigi pada transmisi manual.
Kecendenderungan masyarakat untuk menggunakan transmisi otomatis semakin meningkat dalam beberapa tahun belakangan ini, khususnya untuk mobil-mobil mewah, bahkan type-type tertentu sudah seluruhnya menggunakan transmisi otomatis. Kenderungan yang sama terjadi juga pada sepeda motor seperti Yamaha Mio, Honda Vario.
Moda transmisi otomatik
Transmisi otomatik dikendalikan dengan hanya menggerakkan tuas percepatan ke posisi tertentu. Posisi tuas transmisi otomatik disusun mengikut format P-R-N-D-3-2-L, sama ada dari kiri ke kanan ataupun dari atas ke bawah. Mesin hanya bisa dihidupkan pada posisi P ataupun N saja.Umumnya moda transmisi otomatik adalah seperti berikut:
- P (Park) adalah posisi untuk kendaraan parkir, Transmisi terkunci pada posisi ini sehingga kendaraan tidak bisa didorong.
- R (Reverse) adalah posisi untuk memundurkan kendaraan.
- N (Neutral) adalah posisi gir netral, hubungan mesin dengan roda dalam keadaan bebas.
- D (Drive) adalah posisi untuk berjalan maju pada kondisi normal.
- 2/S (Second) adalah posisi untuk berjalan maju di medan pegunungan .
- 1/L (Low) adalah posisi maju pada gir ke satu, hanya digunakan pada saat mengendarai pada medan yang sangat curam.
- 3 adalah posisi untuk berjalan maju dan transmisi tidak akan berpindah pada posisi gir atas.
- O/D (Over Drive) adalah posisi supaya perpindahan gir pada transmisi terjadi pada putaran mesin yang lebih tinggi.
Pemakaian lain
Motor bebek yang beredar di Indonesia pada awal tahun 1970an sampai sekarang umumnya menggunakan transmisi semi-otomatis yang sederhana, motor bebek sangat populer pada waktu itu baru belakangan ini mulai diproduksi dan dipasarkan motor transmisi otomatis seperti digunakan pada Yamaha Mio, Honda Vario.[sunting] Nama dagang transmisi semi otomatik
- Quickshift - Renault
- 2-tronic - Peugeot
- Allshift, Twin Clutch SST - Mitsubishi
- C-Matic - Citroën (Citroën CX dan Citroën GS)
- Easytronic - Opel
- Durashift EST - Ford
- Dualogic - Fiat
- MultiMode, SMT (Semi Manual Transmission) - Toyota
- I-SHIFT - Honda
- SensoDrive or EGS or BMP - Citroën
- Speedgear - Fiat
- Selespeed - Alfa Romeo, Fiat
- Softouch - Smart
- Sportronic - Mitsubishi
- Duo Select - Maserati
- Automatic Stickshift - Volkswagen
- Sequentronic - Mercedes-Benz
- SMG / SSG - BMW
- S-Tronic - Audi
- DSG (Direct Shift Gearbox) - Seat, Škoda, Volkswagen
- DCT - Volkswagen, Bugatti, Koenigsegg
- PDK (Porsche Doppelkupplungen) - Porsche
- AMT (Automated Manual Transmission) - Proton
KONTRUKSI BAN MOBIL
Bagian ban
1. Tread
Tread
adalah kulit luar dari ban berfungsi melindungi carcas dari keausan dan
kerusakan lainnya. Tread yg berhubungan dengan jalan disebut crown.
Bagian samping ban disebut side wade dan daerah pertemuan dengan tread disebut shoudaer
Permukaan
crown disebut pattern (batik ban) yg bentuknya bermacam-macam alur
disebut grooue atau non skid soulder mempunyai bagian karet yang paling
tebal dan terdapat grooue
2. Breaker
Breaker
ditempatkan diantara tread dan carcass berfungsi meredam goncangan
sebagai tambahan untuk mencegah pemisahan dan mengurangi elasitastal
selembar karet disisipkan antara carcass dan breaker yg berfungsi
sebagai bantalan
3. Bead
Bead
digunakan pada carcas supaya tidak keluar dari ujung card. Karet bead
terbuat dari baja dengan kadar karbon tinggi bagian yg berhubungan
dengan pelek dan lebih dekat dengan pusat ban dinamakan bead toe
Flip
per membungkus bead wire dan di dalam juga terdiri beaf tiler karet
kertas berbentuk segitiga bagian yg berhubungan dengan flange pelek
disebut bead heil
Fungsi ban pada kendaraan bermotor
Fungsi ban/roda pada kendaraan bermotor terdapat fungsi ban sebagai berikut:
· Ban menopang seluruh berat kendaraan
· Ban sebagai media yang kenyal antara jalan dengan kendaraan
· Ban bersentuhan langsung dengan permukaan jalan dan memindahkan gerakan serta daya pengereman ke jalan
· Ban mengadakan kontak ke jalan
· Meredam kejutan yang diterima dari permukaan jalan yg tidak rata
· Menyerap panas akibat gesekan dengan permukaan jalan
Pembagian ban menurut kontruksinya
Ban pada dasarnya struktur/kontruksinya ada 3 macam yaitu:
Ø Struktur bias
Ban
dengan struktur bias paling banyak dipakai. Dibuat dari banyak lembar
card yg digunakan sebagai rangka (trame) ban. Card di cemin dengan card
zig-zag membentuk sudut 40-65 derajad
Ø Struktur radial
Carcas
rod membentuk sudut 90 derajad terhadap keliling ban. Bila dilihat dari
samping kontruksi card adalah dalam arah radial dan arah pusat ban dan
bagian yang berhubungan dengan jalan diperkuat oleh sabuk yang
disebutbreaker atau belted
Ø Struktur belted bias
Seperti
struktur bias tetapi di tambah belt atau sabuk yang dipasang keliling
diluar carcass sehingga menambah kekerasan ban yang berhubungan langsung
dengan jalan
Tread pettern
Tread
pettern disebut juga kembang ban/batik ban penggunaan tread pettern
dimulai pada tahun 1892. Karena pada waktu itu kendaraan berkecepatan
rendah
Sedangkan mobil sekarang bertenaga beasr dan kecepatannya tinggi
Tread pada awalnya ada 4 bagian yaitu:
§ Rib
§ Cug
§ Block
§ Rib lug
SISTEM TRANSMISI OTOMATIS SEPEDA MOTOR
1.
Transmisi
Transmisi
yaitu salah satu bagian dari sistem pemindah tenaga yang berfungsi untuk
mendapatkan variasi momen dan kecepatan sesuai dengan kondisi jalan dan kondisi
pembebanan, yang umumnya menggunakan perbandingan roda gigi. Prinsip dasar
transmisi adalah bagaimana mengubah kecepatan putaran suatu poros menjadi
kecepatan putaran yang diinginkan. Gigi transmisi berfungsi untuk mengatur
tingkat kecepatan dan momen mesin sesuai dengan kondisi yang dialami sepeda
motor.
Sistem pemindah
tenaga secara garis besar terdiri dari unit kopling, transmisi, penggerak akhir
(final drive). Fungsi transmisi adalah untuk mengatur perbedaan putaran
antara mesin dengan putaran poros yang keluar dari transmisi. Pengaturan
putaran ini dimaksudkan agar kendaraan dapat bergerak sesuai beban dan
kecepatan kendaraan.
Rangkaian
pemindah pada transmisi manual tenaga berawal dari sumber tenaga (engine)
ke sistem pemindah tenaga yaitu masuk ke unit kopling (clutch), diteruskan
ke transmisi (gear box), kemudian menuju final drive. Final drive
adalah bagian terakhir dari sistem pemindah tenaga yang memindahkan tenaga
mesin ke roda belakang.
2.
Transmisi
Manual
Transmisi
manual adalah transmisi kendaraan yang pengoperasiannya dilakukan secara
langsung oleh pengemudi. Transmisi manual dan komponen-komponenya merupakan
bagian dari sistem pemindah tenaga dari sebuah kendaraan, yaitu sistem yang
berfungsi mengatur tingkat kecepatan dalam proses pemindahan tenaga dari sumber
tenaga (engine) ke roda kendaraan.
Komponen utama
dari gigi transmisi pada sepeda motor terdiri dari susunan gigi-gigi yang
berpasangan yang berbentuk dan menghasilkan perbandingan
gigi-gigi tersebut terpasang. Salah satu pasangan gigi tersebut berada pada poros
utama (main shaft/ counter shaft). Jumlah gigi kecepatan yang terpasang
pada transmisi tergantung kepada model dan kegunaan sepeda motor yang
bersangkutan. Untuk memasukkan gigi pedal pemindah harus diinjak.
Cara kerja transmisi manual adalah sebagai berikut:
Pada saat pedal/ tuas pemindah gigi ditekan poros
pemindah gigi berputar. Bersamaan dengan itu lengan pemutar shift drum akan
mengait dan mendorong shift drum hingga dapat berputar. Pada shift
drum dipasang garpu pemilih gigi yang diberi pin (pasak). Pasak ini akan
mengunci garpu pemilih pada bagian ulir cacing. Agar shift drum dapat
berhenti berputar pada titik yang dikehendaki, maka pada bagian lainnya (dekat
dengan pemutar shift drum), dipasang sebuah roda yang
dilengkapi dengan pegas dan bintang penghenti putaran shift drum.
Penghentian putaran shift drum ini berbeda untuk setiap jenis sepeda
motor, tetapi prinsipnya sama.
Garpu
pemilih gigi dihubungkan dengan gigi geser (sliding gear). Gigi geser
ini akan bergerak ke kanan atau ke kiri mengikuti gerak garpu pemillih gigi.
Setiap pergerakannya berarti mengunci gigi kecepatan yang dikehendaki dengan
bagian poros tempat gigi itu berada.
Gigi
geser, baik yang berada pada poros utama (main shaft) maupun yang berada
pada poros pembalik (counter shaft/output shaft), tidak dapat berputar
bebas pada porosnya. Selain itu gigi kecepatan (1, 2, 3, 4, dan seterusnya),
gigi-gigi ini dapat bebas berputar pada masing-masing porosnya. Jadi yang
dimaksud gigi masuk adalah mengunci gigi kecepatan dengan poros tempat gigi itu
berada, dan sebagai alat penguncinya adalah gigi geser.
3.
Transmisi
Otomatis
Transmisi
otomatis adalah transmisi kendaraan yang pengoperasiannya dilakukan secara
otomatis dengan memanfaatkan gaya sentrifugal. Transmisi yang digunakan yaitu
transmisi otomatis “V” belt atau yang dikenal dengan CVT (Continuous
Variable Transmission). CVT adalah sistem transmisi daya dari mesin menuju
ban belakang menggunakan sabuk yang menghubungkan antara drive pulley dengan
driven pulley menggunakan prinsip gaya gesek.
4.
Nama
dan fungsi komponen transmisi otomatis
Komponen
transmisi otomatis adalah sebagai berikut:
A)
Puli Penggerak/ puli primer ( Drive Pulley/
Primary Pulley)
Puli primer adalah komponen yang berfungsi mengatur
kecepatan sepeda motor berdasar gaya sentrifugal dari roller, yang
terdiri dari beberapa komponen berikut:
a)
Dinding luar puli penggerak dan kipas pendingin
Dinding
luar puli penggerak merupakan komponen puli penggerak tetap. Selain berungsi
untuk memperbesar perbandingan rasio di bagian tepi komponen ini terdapat kipas
pendingin yang berfungsi sebagai pendingin ruang CVT agar belt tidak cepat
panas dan aus.
b)
Dinding dalam puli penggerak (movable drive
face)
Dinding
dalam merupakan komponen puli yang bergerak menekan CVT agar diperoleh
kecepatan yang diinginkan.
c)
Bushing/bos puli
Komponen
ini berfungsi sebagai poros dinding dalam puli agar dinding dalam dapat
bergerak mulus sewaktu bergeser.
d)
6 buah peluru sentrifugal (roller)
Roller
adalah bantalan keseimbangan gaya berat yang berguna untuk menekan dinding
dalam puli primer sewaktu terjadi putaran tinggi. Prinsip kerja roller,
semakin berat rollernya maka dia akan semakin cepat bergerak mendorong movable
drive face pada drive pulley sehingga bisa menekan belt ke
posisi terkecil. Namun supaya belt dapat tertekan hingga maksimal butuh roller
yang beratnya sesuai. Artinya jika roller terlalu ringan maka tidak
dapat menekan belt hingga maksimal, efeknya tenaga tengah dan atas akan
berkurang. Harus diperhatikan juga jika akan mengganti roller yang lebih
berat harus memperhatikan torsi mesin. Sebab jika mengganti roller yang
lebih berat bukan berarti lebih responsif. karena roller akan terlempar
terlalu cepat sehingga pada saat akselerasi perbandingan rasio antara puli
primer dan puli sekunder terlalu besar yang kemudian akan membebani mesin.
Jika roller rusak
atau aus harus diganti, karena kalau tidak segera diganti penekanan pada
dinding dalam puli primer kurang maksimal. Kerusakan atau keausan roller disebabkan
karena pada saat penekanan dinding puli terjadi gesekan antara roller dengan
dinding dalam puli primer yang tidak seimbang, sehingga lama-kelamaan terjadi
keausan pada roller.
e)
Plat penahan
Komponen
ini berfungsi untuk menahan gerakan dinding dalam agar dapat bergeser ke arah
luar sewaktu terdorong oleh roller.
f)
V belt
Berfungsi
sebagai penghubung putaran dari puli primer ke puli sekunder. Besarnya diameter
V-belt bervariasi tergantung pabrikan motornya. Besarnya diameter V-belt
biasanya diukur dari dua poros, yaitu poros crankshaft poros primary
drive gear shift. V-belt terbuat dari karet dengan kualitas tinggi,
sehingga tahan terhadap gesekan dan panas.
B)
Puli yang digerakkan/ puli sekunder (Driven
Pulley/ Secondary Pulley)
Puli sekunder adalah
komponen yang berfungsi yang berkesinambungan dengan puli primer mengatur
kecepatan berdasar besar gaya tarik sabuk yang diperoleh dari puli primer.
a)
Dinding luar puli sekunder
Dalam
gambar 2.3.(a) sebelah atas adalah dinding luar puli sekunder. Bagian ini
berfungsi menahan sabuk / sebagai lintasan agar sabuk dapat bergerak ke bagian
luar. Bagian ini terbuat dari bahan yang ringan dengan bagian permukaan yang
halus agar memudahkan belt untuk bergerak.
b)
Pegas pengembali
Pegas
pengembali berfungsi untuk mengembalikan posisi puli ke posisi awal yaitu
posisi belt terluar. Prinsip kerjanya adalah semakin keras per maka belt
dapat terjaga lebih lama di kondisi paling luar dari driven pulley.
Namun kesalahan kombinasi antara roller dan per CVT dapat menyebabkan keausan
bahkan kerusakan pada sistem CVT. Berikut beberapa kasus yang sering terjadi:
1.
Per CVT yang terlalu keras dapat membuat drive belt
jauh lebih cepat aus karena belt tidak mampu menekan dan membuka driven
pulley. Belt semakin lama akan terkikis karena panas dan gerakan berputar
pada driven pulley.
2.
Per CVT yang terlalu keras jika dipaksakan dapat
merusak clutch / kupling. Panas yang terjadi di bagian CVT akibat
perputaran bagian-bagiannya dapat membuat tingkat kekerasan materi partsnya
memuai. Pada tingkat panas tertentu, materi parts tidak akan sanggup menahan
tekanan pada tingkat tertentu pula. Akhirnya per CVT bukannya melentur dan
menyempit ke dalam tapi justru malah bertahan pada kondisi yang masih lebar.
Kopling yang sudah panas pun bisa rusak karenanya.
c)
Kampas kopling dan rumah kopling
Seperti
pada umumnya fungsi dari kopling adalah untuk menyalurkan putaran dari putaran
puli sekunder menuju gigi reduksi. Cara kerja kopling sentrifugal adalah pada
saat putaran stasioner/ langsam (putaran rendah), putaran poros puli sekunder
tidak diteruskan ke penggerak roda. Ini terjadi karena rumah kopling bebas
(tidak berputar) terhadap kampas, dan pegas pengembali yang terpasang pada
poros puli sekunder. Pada saat putaran rendah (stasioner), gaya sentrifugal
dari kampas kopling menjadi kecil sehingga sepatu kopling terlepas dari rumah
kopling dan tertarik kearah poros puli sekunder akibatnya rumah kopling menjadi
bebas. Saat putaran mesin bertambah, gaya sentrifugal semakin besar sehingga
mendorong kampas kopling mencapai rumah kopling dimana gayanya lebih besar dari
gaya pegas pengembali.
d)
Dinding dalam puli sekunder
Bagian
ini memiliki fungsi yang kebalikan dengan dinding luar puli primer yaitu
sebagai rel agar sabuk dapat bergerak ke posisi paling dalam puli sekunder.
Bagian ini ditunjukkan pada gambar 2.3. (a) sebelah atas.
e)
Torsi cam
Apabila
mesin membutuhkan membutuhkan torsi yang lebih atau bertemu jalan yang menanjak
maka beban di roda belakang meningkat dan kecepatannya menurun. Dalam kondisi
seperti ini posisi belt akan kembali seperti semula, seperti pada
keadaan diam. Drive pulley akan membuka sehingga dudukan belt membesar,
sehingga kecepatan turun saat inilah torsi cam
bekerja. Torsi cam ini akan menahan pergerakan driven pulley agar tidak
langsung menutup. Jadi kecepatan tidak langsung jatuh. Bagian ini ditunjukkan
dengan gambar 2.3.(a) komponen kecil dan alur pada poros.
C)
Gigi
reduksi
Komponen
ini berfungsi untuk mengurangi kecepatan putaran yang diperoleh dari cvt agar
dapat melipat gandakan tenaga yang akan dikirim ke poros roda. Pada gigi
reduksi jenis dari roda gigi yang digunakan adalah jenis roda gigi helical yang
bentuknya miring terhadap poros.
Jika anda ingin melihat selengkapnya bisa klik disini Download untuk mendapatkan filenya. semoga bermanfaat dan terima kasih atas
Langganan:
Postingan (Atom)
