Sabtu, 25 Januari 2014

TENAGA DALAM
Plasma EnergySetiap orang secara otomatis memiliki tenaga dalam sebagai bawaan lahir. Tenaga dalam  sebagai energi cadangan, tetapi kenyataannya cadangan energi ini jauh lebih banyak daripada energi yang kita gunakan untuk menjalankan aktivitas hidup sehari-hari. Secara fisiologis tenaga dalam berasal dari unsur kimia tubuh yaitu ATP yang dapat berubah menjadi energi melalui proses metabolisme tubuh. Energi yang dihasilkannya sangat melimpah ruah, bahkan menjadi kekuatan yang luar biasa apabila manusia sedang dalam keadaan tertentu misalnya mengalami kepanikan, terancam bahaya, trance, bahkan keadaan hipnosis.  ATP juga berfungsi sebagai energi cadangan, misal setelah lelah bekerja, olah raga, pikiran tegang dengan  beristirahat sejenak maka tenaga akan pulih kembali. Energi yang dihasilkan oleh ATP dalam kehidupan sehari-hari hanya dimanfaatkan kurang lebih 2 – 5 % saja dan sudah mampu menghasilkan suhu tubuh, metabolisme tubuh, mengaktifkan zat-zat kimia dalam tubuh, menjalankan fungsi alat-alat  pencernaan, aktivitas seluruh saraf, serta organ tubuh lainnya. Sementara itu tenaga yang 95 – 97,5% masih tersimpan sebagai energi cadangan berlimpah, selanjutnya disebut sebagai tenaga dalam.

PEMBANGKIT TENAGA DALAM

Dengan upaya-upaya latihan olah pernafasan (khusus) secara giat dan tekun, kita akan pandai mengelola tenaga dalam seperti : membangkitkan, mengendalikan, dan memanfaatkan tenaga cadangan tersebut untuk berbagai macam keperluan. Misalnya untuk terapi penyembuhan, pengobatan, menjaga diri, dan lebih utama untuk menopang keseimbangan dan keselarasan antara lahir dan batin. Semakin seimbang selaras antara lahir dengan batin, solah dengan bawa, spirit dengan ilmu, kesadaran ragawi dengan rasasejati, maka pemakaian energi menjadi lebih efektif dan efisien. Sehingga otomatis tenaga cadangan kita akan semakin berlimpah. Artinya tenaga dalam yang kita miliki semakin besar dan kuat apabila sewaktu-waktu energi tersebut diperlukan. Oleh sebab itu seseorang yang tenaga dalamnya semakin tinggi ia akan semakin tenang pembawaannya. Bila dikatakan seseorang memiliki tenaga dalam tingkat tinggi namun tindak-tanduk dan perilakunya bekasakan, liar, emosional, suka membuat kerusakan dan keonaran, suka iri dan dengki, panasten, saya pastikan tenaga dalamnya hanyalah semu, alias ia hanya mengklaim dirinya orang bertenaga dalam tinggi namun kenyataannya ia hanya modal nekad saja.
Hal ini dapat menjelaskan kenapa justru orang yang emosional, sedang marah, dst sangat mudah terhantam tenaga dalam ?  Jawabnya, tidak lain karena getaran emosi (nafsu) berbanding terbalik dengan getaran tenaga dalam. Jika terjadi persentuhan di antara keduanya ibarat terjadi hubungan arus pendek (korsleting) dan biasanya getaran  negatif yang terpental. Semakin tinggi tingkat emosional, reaksioner (kagetan dan gumunan),  jiwanya labil, mental spiritualnya belum matang, kondisi demikian akan merusak keseimbangan dan keselarasan antara lahir dan batin sehingga menjadi penghambat bagi perberkembangan tenaga dalam. Sebaliknya, seorang yang sudah pandai mengelola tenaga dalam hingga tingkat yang sangat tinggi, pastilah kepandaian itu selalu menghinggapi figur yang selaras dan seimbang antara raga dan jiwanya ; lembah manah, memiliki sopan satun, berbudi bawaleksana, penyabar, tenang lahir batinnya.

NGELMU IKU KALAKONE KANTHI LAKU

Dalam perspektif spiritual, hal ini dapat menjelaskan prinsip di mana “ilmu putih” yang sejati merupakan cerminan tingkah laku yang baik atau berbudi pekerti yang luhur.  Semakin sering mengolah pernafasan dan olah meditasi, membuat jiwa dan raga lebih seimbang, harmonis, selaras. Keseimbangan yang menimbulkan efek domino untuk menyebabkan tumbuhnya ketenangan jiwa, batin, dan mental spiritual. Mata batin lebih mampu memandang segala sesuatu secara jernih dan bersih, berfikiran positif, dan perilakunya selaras dengan apa yang ada dalam hati, pikiran dan ucapanya. Semua itu diperoleh setelah kita berhasil dalam menjalani laku, dalam hal ini yakni menselaraskan dan menyeimbangkan kesadaran jiwa dan raga.  Saya katakan TIDAK ADA orang yang TIDAK MEMILIKI TENAGA DALAM. Yang ada adalah tenaga dalam yang sudah terkelola dan yang tidak terkelola.
Dalam beberapa kesempatan, kadang saya lakukan transfer energi (tenaga dalam), hal itu bukan berarti saya mengisi tenaga dalam ke dalam tubuh seseorang, tetapi saya hanyalah mengatrol “voltase” tenaga dalam milik anda sendiri hingga naik beberapa tingkat yang tak bisa diukur secara matematis, namun hanya bisa kita rasakan perubahan daya “strom” nya. Selanjutnya anda mengasahnya dengan cara pernafasan, meditasi dan paling penting sering mempraktekan olah pernafasan tenaga dalam dengan cara; menyerap energi unsur-unsur bumi, dan tentu saja mempraktekannya untuk mengobati rekan-rekan yang sakit. Misalnya saya mempraktikkan mengobati anda, yang mengobati bukan saya, tetapi anda lah yang mengobati diri anda sendiri.  Tugas saya hanyalah mengatrol atau meningkatkan volume tenaga cadangan anda. Selanjutnya tenaga dalam anda sendiri secara  otomatis terkonsentrasi pada bagian-bagian tubuh yang sakit, sebab di sanalah terjadi ketidakseimbangan energi, dan prinsip tenaga dalam yang sudah terkelola adalah mengaliri seluruh tubuh mencari tempat-tempat yang tidak seimbang karena penyakit atau cedera.  Dan semakin sering anda dipraktekan tenaga dalam akan semakin meningkat pesat kekuatan tenaga cadangan anda. Semakin tingggi tenaga dalam anda, semakin stabil emosi dan semakin seimbang mental spiritual anda. Hal itu menjadikan sikap anda semakin arif dan bijaksana. Sekti mondroguna bukanlah ngelmu karang (ilmu hitam atau yang dikarang-karang secara INSTAN) tetapi berangkat dari keluhuran budi pekerti kita.
Hal ini mengingatkan kita akan pesan dari KGPAA Mangkunegoro IV dalam serat Wredhotomo (wedhatama) Ngelmu iku kalakone kanthi laku. Lekase lawan kas, kas iku tegese nyantosani. Setya budya pangekese dur angkara …Yoiku amemangun karyenak ing tyas sesama. Berbudi bawalekasana. (Ngelmu = angel olehe ketemu, sulit diraih), tak bisa hanya berteori, namun harus dengan cara menghayatinya dalam perbuatan nyata, dimulai dengan olah raga dan jiwa, untuk selalu berbuat bagi kesejahteraan jiwa dan kesehatan raga. Menciptakan ketentraman, ketenangan, kebahagiaan kepada sesama, bangkitlah jiwanya bangkitlah raganya, menjadi pribadi yang bermanfaat bagi seluruh makhluk dan alam semesta, welas-asih, luhur budipekerti, ucapannya dapat dipercaya, janjinya selalu dipenuhi.

Proses Udara Merangsang Tenaga Dalam

Ketika udara dihisap secara normal, oksigen hanya digunakan sebatas membantu lancarnya peredaran darah tubuh, melancarkan metabolisme tubuh, dan mensuplai oksigen ke dalam jaringan sel-sel tubuh meliputi otak dan sungsum dengan kadar yang cukup (± 100mlb). Selebihnya untuk merangsang energi yang  menghidupkan aktivitas tubuh (dalam batasan minimal), namun cukup untuk menggerakan tubuh secara normal. Sedangkan untuk membangkitan energi cadangan (tenaga dalam) diperlukan suply oksigen yang lebih banyak dan dilakukan secara efektif. Satu-satunya jalan adalah dengan mengubah teknik pernafasan biasa menjadi pernafasan pembangkit energi, yaitu dengan mengoptimalkan oksigen yang masuk ke dalam tubuh, jangan sampai banyak yang terbuang. Untuk membangkitkan energi tersebut secara cepat, oksigen harus diedarkan ke seluruh tubuh secara cepat pula, sedangkan sisa pembakaran (CO2) harus dibuang secara cepat melalui mulut (bukan melaui kentut :) ). Apabila tenaga dalam telah bangkit, akan merasakan sensasi berupa hawa panas atau dingin, rasa kesemutan, atau tiupan hawa secara lembut sesuai dengan kondisi tubuh.
Adapun cara pernafasannya, tariklah nafas dalam-dalam, tahan di perut bagian bawah lalu buang melalui mulut dengan hembusan yang menghentak. Agar lebih mudah, anda bisa menghitungnya demikian :
  1. Tarik nafas dalam-dalam hitunglah antara 4-7 hintungan cepat dalam hati.
  2. Tahan nafas anda kira-kira 4-7 hitungan.
  3. Buang nafas anda secara cepat dalam 2-3 hitungan.
Pada prinsipnya, anda harus memiliki jumlah hitungan surplus untuk anda simpan dalam tubuh. Jadi jumlah tarikan nafas harus lebih banyak daripada hitungan saat membuang nafas. Semakin lama anda menahan nafas di dalam perut, oksigen akan semakin luas menjalar ke seluruh tubuh. Saat itu rasakan energi yang hangat yang membuat gerah atau suhu tubuh anda meningkat. Saat itu anda akan mulai keluar keringat. Jika anda sedang bermain game anak-anak misalnya di Time Zone, anda bisa mengukur kekuatan pukulan dengan memainkan punch, bit, atau semacam game tinju. Di sana akan tertera angka yang menunjukkan kekuatan pukulan anda. Bedakan kekuatan pukulan sebelum dan saat anda mengolah nafas. Bagi pemula biasanya selisih kekuatan pukulan baru bisa mencapai 10-25 % lebih besar saat anda memainkan pernafasan.
Adalah wajar bila seseorang yang memiliki tenaga dalam yang besar, tubuhnya akan kuat dan boleh jadi kebal terhadap segala jenis benturan, senjata, penyakit dan segala gangguan medis dan non-medis, hal ini terjadi dengan adanya energi lebih yang mengaliri ke seluruh tubuh secara seimbang, sel-sel tubuhnya akan semakin padat dan searah, sehingga membuat tubuh menjadi lebih padat berisi.

INTI UDARA

Inti dari latihan pernafasan adalah menarik energi yang ada di alam semesta ini  sebanyak-banyaknya ke dalam tubuh kita agar bisa dimanfaatkan secara optimal. Teknik pernafasan yang dimaksud di sini adalah adalah menghimpun inti udara, inti hawa atau yang sering disebut prana. Dalam tradisi Jepang disebut Ki, tradisi China menyebutnya sebagai Chi. Inti hawa atau prana ini bersatu dengan oksigen dan jumlahnya tak terbatas terdapat di sekitar kita. Di antaranya ada yang disebut prana matahari, adalah prana yang berasal dari sinar matahari. Prana ini berkarakter panas menyengat, bisa menyegarkan seluruh tubuh dan memberikan kesehatan yang lebih baik. Prana ini dapat diperoleh dengan  menyerap cahaya atau berjemur di sinar matahari.   Prana udara adalah prana yang terkandung di  dalam udara atau butir-butir vitalitas udara. Prana udara diserap oleh tubuh dengan cara bernafas. Prana bumi, prana yang terkandung di dalam bumi, prana ini diserap oleh tubuh melalui telapak kaki. Berjalan dengan tanpa alas kaki akan memperbanyak menyerap prana bumi ke tubuh.  Pohon termasuk memiliki prana bumi, beberapa pohon tertentu (orang zaman dulu menyebutnya sebagai pohon keramat) seperti pohon yang rindang dan besar serta subur memancarkan sebagian besar kelebihan prananya. Tidak percaya ? Coba buktikan sendiri,  bila Anda mengalami kelelahan di siang hari, kemudian beristirahat di bawah pohon besar akan cepat segar kembali, tubuh anda terasa sangat nyaman dan semakin lama terasa mengantuk tanda kenyamanan yang sangat. Prana ombak laut, jenis prana ini termasuk memiliki kekuatan magis yang sangat dahsyat. Biasanya perguruan tenaga dalam memilih pantai yang berombak besar sebagai tempat latihan mengolah tenaga dalam, dengan cara menyerap energi yang berasal dari ombak lautan.

ILMU PERNAFASAN

Ilmu pernafasan memiliki pengaruh luar biasa terhadap kesehatan. Dengan mengolah pernafasan secara tepat dan rutin maka berbagai macam penyakit dapat diobati dengan sangat cepat. Pernafasan selama 60 detik dapat merileksasi jiwa & raga serta  memompakan O2 (oksigen) untuk mempertahankan energi ke dalam otak dan seluruh otot-otot kita. Menurut ahli fisiologi jiwa dan raga ; sebagian besar dari kita melakukan pernafasan dangkal lewat otot dada dan tidak terjadi pernafasan secara mendalam serta efisien di dalam paru yang menyebabkan terjadinya pertukaran antara O2 yang masuk dan CO2 (karbon dioksida) yang keluar. Saat menarik dan menghembuskan nafas mendalam dari perut akan terjadi aliran darah yg mengandung O2 melalui sistem kardiovaskular untuk meningkatkan fungsi jantung dan paru dan mengantarkan tambahan nutrien untuk otot-otot yang bekerja. Dalam terminologi Jawa, disebut sebagai susuh-e angin. Atau sarangnya angin, yakni sebagai produsen penghasil energi hidup yang menghidupkan.

Pernafasan Dada & Pernafasan Perut

NAFAS DADA. Saya coba untuk membuat analogi secara sederhana, yakni pada saat seseorang sedang tidur dan saat bekerja, agar anda dapat membayangkan dan merasakan bagaimana perbedaan antara pernafasan perut dengan pernafasan dada. Secara sederhana, coba bedakan nafas anda saat bekerja keras, berlari, dan saat tegang. Pada saat itu dada anda yang kembang kempis menghirup dan menghembuskan udara. Nafas dada ini sebagai respon otomatis di saat anda membutuhkan banyak-banyak tenaga untuk aktifitas tubuh.
NAFAS PERUT. Rasakan saat kondisi anda sedang tenang, tenteram. Atau perhatikan teman anda yang sedang tertidur pulas. Maka akan terlihat perut yang kembang kempis menghirup dan menghembuskan udara.  Nafas perut inilah yang efektif melakukan pemulihan tenaga saat kelelahan tubuh. Nafas perut juga efektif mengumpulkan cadangan tenaga. Pada saat anda melakukan meditasi, nafas perut inilah yang harus terjadi. Hanya saja terdapat perbedaan antara nafas meditasi dengan nafas tenaga dalam. Meditasi tidak perlu menahan nafas dalam perut.
Nah, dalam melakukan latihan olah pernafasan tenaga dalam yang baik dan benar, anda harus bernafas seperti saat anda tertidur. Tarik nafas dalam-dalam dan longgarkan atau kembangkan (gembungkan) perut anda. Saat anda menghembuskan nafas melalui mulut, perut anda akan segera mengempis lagi.

Kesalahan dalam Olah Pernafasan

Dalam berbagai pelatihan tenaga dalam, seringkali saya temui kesalahan dalam mengolah nafas yang ideal dan benar. Kesalahan itu terletak pada pernafasan dada. Ketika anda menghirup nafas, lalu menahan nafas, justru dada yang mengembang dan pasti terasa sensasi sesak nafas (pengap). Salah satu ciri apabila pernafasan anda belum benar, saat  menahan nafas, Anda tidak akan bisa berbicara, atau nafas anda akan nggembos melalui mulut jika anda berbicara. Bila anda sudah benar mengolah nafas perut atau pernafasan tenaga dalam, saat anda menahan nafas tetap bisa berbicara, dan udara tidak akan bocor keluar lewat mulut dan hidung.  Itulah perbedaannya yang mendasar.

MANFAAT OLAH PERNAFASAN

Secara medis, olah pernafasan akan membantu perkembangan gelembung sel paru-paru. Gelembung sel dalam paru-paru ini jumlahnya mencapai jutaan, andaikan bisa digelar bisa mencapai seluas lapangan bola. Paru-paru yang sakit jumlah gelembung selnya akan berkurang. Dengan olah pernafasan akan sangat membantu pemulihan jumlah gelembung sel paru-paru mencapai kondisi normal kembali. Di samping itu dengan latihan pernafasan yang rutin, emosi menjadi lebih stabil terkendali, sehingga orang yang bertabiat pemarah, iri hati, dengki, selalu berfikiran negatif, mudah tersinggung, akan menjadi lebih sabar, tenang, dan matang. Emosi menjadi lebih “cerdas dan dewasa”. Demikian juga penyakit yang ditimbukan oleh stress akan hilang dan berubah menjadi rasa percaya diri, ketentraman, dan kebahagiaan.
Sedangkan bagi yang sudah sehat, dengan mengikuti latihan pernafasan akan meningkatkan stamina, daya tahan tubuh dan tentu saja meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja. Bahkan dengan mengikuti latihan pernafasan tenaga dalam, kemampuan otak berkaitan dengan kekuatan analisa dan daya ingat akan meningkat tajam. Kita juga akan terbebas dari kebiasaan dan ketergantungan menggunakan obat-obatan medis. Bila kita sudah mampu mengoptimalkan teknik pernafasan ini, kita akan mempunyai kemampuan yang Luar Biasa, yaitu mampu menyalurkan tenaga / tenaga dalam / inner energy dari tubuh kita ke orang lain. Bahkan kita dapat mengobati orang lain dari jarak jauh tanpa harus menyentuh tubuhnya, bisa dilakukan dengan hanya melalui media suara saja (suara via telpon).

HAWA MURNI

Beberapa orang menyamakan antara tenaga dalam atau prana dengan hawa murni. Namun demikian, apa yang saya rasakan dan saksikan sendiri selama ini sangat berbeda, hingga dapat menyimpulkan bahwa antara tenaga dalam dengan hawa murni sangat berbeda. Dapat dikatakan hawa murni merupakan intisari tenaga dalam atau energi yang kedudukannya secara berseri lebih dalam dari tenaga dalam sendiri. Sumber dari segala sumber energi dalam tubuh manusia serta alam semesta adalah apa yang disebut sebagai atma sejati/chayyu/kayun/kayu. Dalam terminologi Jawa akrab disebut sebagai atma sejati atau energi hidup yang menghidupkan. Energi hidup bersifat kekal (langgeng tan owah gingsir). Selanjutnya disebut sebagai Yang Mahamulia. Di jagad raya ini dikenal hukum sebab akibat. Dalam kerangka hukum sebab akibat, atma sejati merupakan energi inti/pusat yang TIDAK disebabkan oleh sesuatu penyebab apapun juga (Causa Prima). Alam semesta berasal dari sebab yang tak disebabkan oleh segala sesuatu apapun (causa prima) tersebut. Causa prima menjadi  pusat atma sejati, sebagai titik episentrum dari segala episentrum yang terdapat di jagad raya ini. Sulit membayangkan seperti apa rupa dan warna dari Yang Mahamulia. Hal yang lebih mudah dilakukan manusia hanyalah dengan cara merasakannya energi hidup tersebut. Sulitnya untuk menggambarkan dan mendeskripsikan atma sejati, sehingga orang sering menyebutnya sebagai Gusti tan kena kinira, tan kena kinaya ngapa. Tak bisa disangka, dikira dan diduga. Tidak di mana-mana tetapi ada di mana-mana. Adoh tanpo wangenan, cedak tanpo senggolan. Jauh tak berjarak, dekat tidak bersentuhan. Orang-orang menamakannya pula sebagai Hyang, Dei, God, Puangalah, Allah, Tuhan, Brahman, The pie khong, dst masih ribuan nama lagi. Namun intinya sama saja, yakni untuk menyebut pusat energi yang berdiri sendiri secara mandiri (Mahakuasa).
Nah, Hawa Murni yang ada di dalam diri kita, membuat jasad menjadi hidup, tidak lain merupakan pancaran dari Hyang Mahamulia atau Hyang Mahakuasa tersebut. Lalu diistilahkan sebagai nyawa atau jiwa. Pada saat kita menyalurkan hawa murni kepada seseorang yang berada dalam kondisi sangat kritis, hawa murni seumpama “cuilan” dari sukma / roh atau “atma sejati” yang kita bagikan/tularkan kepada seseorang yang kita aliri hawa murni.
PERBEDAAN HAWA MURNI DENGAN TENAGA DALAM
Hawa murni dapat difungsikan seperti halnya tenaga-dalam. Hanya saja, perbedaannya terletak pada tingkat manfaatnya. Hawa murni dapat ditransfer ke dalam tubuh orang-orang  yang dalam kondisi sangat kritis, misalnya mengalami trauma akut sehingga membahayakan keselamatan jiwanya. Dapat pula ditransfer pada orang-orang yang kondisi stamina dan kesehatan tubuhnya berada dalam kondisi teramat drop, kondisi pingsan, bahkan kondisi lebih dalam lagi yaitu koma. Bila seseorang dalam kondisi kritis, tindakan yang paling tepat dilakukan bukanlah transfer tenaga dalam, melainkan penyaluran hawa murni. Tindakan ini bagaikan mensuplai “nyawa baru” ke dalam tubuh seseorang yang nyawaya hampir pupus. Namun demikian, setiap kali melakukan penyaluran hawa murni, tidak boleh dilakukan lebih dari 3 kali. Karena anda dapat mengalami pingsan hingga sampai pada kondisi anastesi (setingkat di atas kematian). Bahkan tidak mustahil “si penyalur” hawa murni justru meninggal dunia akibat kehabisan stok hawa murni. Demikian tulisan ini saya persembahkan, semoga bermanfaat untuk semua para sedulur pembaca yang budiman. Semoga berguna turut serta Hamemayu Hayuning Rat Pangruwating Diyu.
Salam Karaharjan

Jumat, 24 Januari 2014

SISTEM TRANSMISI


Tuas pemindah kecepatan (5 kecepatan) pada Mazda Protege.
Sistem transmisi, dalam otomotif, adalah sistem yang berfungsi untuk konversi torsi dan kecepatan (putaran) dari mesin menjadi torsi dan kecepatan yang berbeda-beda untuk diteruskan ke penggerak akhir. Konversi ini mengubah kecepatan putar yang tinggi menjadi lebih rendah tetapi lebih bertenaga, atau sebaliknya.
Contoh transmisi 5-kecepatan pada rpm mesin 4.400
Gir nomor Rasio gir RPM pada
poros keluar transmisi
1 3.769 1.167
2 2.049 2.147
3 1.457 3.020
4 1.000 4.400
5 0.838 5.251
Torsi tertinggi suatu mesin umumnya terjadi pada sekitar pertengahan dari batas putaran mesin yang diijinkan, sedangkan kendaraan memerlukan torsi tertinggi pada saat mulai bergerak. Selain itu, kendaraan yang berjalan pada jalan yang mendaki memerlukan torsi yang lebih tinggi dibandingkan mobil yang berjalan pada jalan yang mendatar. Kendaraan yang berjalan dengan kecepatan rendah memerlukan torsi yang lebih tinggi dibandingkan kecepatan tinggi. Dengan kondisi operasi yang berbeda-beda tersebut maka diperlukan sistem transmisi agar kebutuhan tenaga dapat dipenuhi oleh mesin.
ada tiga tipe transmisi yaitu:
1. transmisi manual

Pandangan atas dan samping transmisi manual yang ditempatkan dilantai dari Ford dengan 4 kecepatan
Transmisi manual adalah sistem transmisi otomotif yang memerlukan pengemudi sendiri untuk menekan/menarik seperti pada sepeda motor atau menginjak kopling seperti pada mobil dan menukar gigi percepatan secara manual. Gigi percepatan dirangkai di dalam kotak gigi/gerbox untuk beberapa kecepatan, biasanya berkisar antara 3 gigi percepatan maju sampai dengan 6 gigi percepatan maju ditambah dengan 1 gigi mundur (R). Gigi percepatan yang digunakan tergantung kepada kecepatan kendaraan pada kecepatan rendah atau menanjak digunakan gigi percepatan 1 dan seterusnya kalau kecepatan semakin tinggi, demikian pula sebaliknya kalau mengurangi kecepatan gigi percepatan diturunkan, pengereman dapat dibantu dengan penurunan gigi percepatan.

Synchromesh

Synchromesh adalah perlengkapan transmisi yang berfungsi untuk menyamakan putaran antar gigi yang akan di-sambung sehingga perpindahan gigi percepatan dapat dilakukan secara mulus. Cara kerjanya saat handel transmisi pada posisi netral, maka synchromesh berada ditengah tidak berpengaruh atau dipengaruhi oleh kedua roda gigi yang ada disampingnya.

Susunan gigi percepatan


Tuas transmisi pada 5 kecepatan pada Mazda Protege.
Susunan/layout gigi percepatan transmisi manual tergantung kepada ciri yang biasa digunakan disuatu kawasan, mobil keluaran Asia agak berbeda dengan Eropa, khususnya pada penempatan gigi mundur(R). Penempatan tuas transmisi yang banyak digunakan adalah di lantai tetapi beberapa mobil modern menggunakan tuas transmisi di dashboard ataupun mobil lama yang ditempatkan di setang setir.

Tuas transmisi lantai

Pola Penjelasan
Manual Layout.svg
Ini adalah susunan 5 gigi kecepatan yang lazim digunakan pada mobil modern ditambah dengan satu gigi mundur yang ditandai dengan R. Penempatan gigi mundur (R) krucial karena bisa salah memasukkan dapat mengganggu jalannya kendaraan, karena kalau dari gigi 5 salah pindah ke mundur bisa berakibat fatal.
Manual Dogleg.svg
Susunan ini adalah susunan 5 gigi kecepatan yang lazim digunakan pada bus ringan ditambah dengan satu gigi mundur yang ditandai dengan R. Gigi 1 biasanya jarang dipakai, dipakai pada saat mendaki di tanjakan terjal.

Tuas transmisi di setir


Tuas transmisi pada Setir Saab96
Pola Penjelasan
Manual Layout 3.svg Layout mobil dengan 3 gigi maju yang merupakan susunan gigi percepatan mobil-mobil Amerika keluaran tahun 1930an sampai dengan tahun 1950an yang pada waktu itu dijuluki "three on the three"
Column4MT.svg Merupakan layout yang dikembangkan sesudah itu, yang juga dikembangkan oleh mobil-mobil keluaran Eropa dan Jepang. Sampai saat ini masih digunakan pada beberapa mobil niaga seperti Mitsubishi L 300.

Tuas transmisi sepeda motor


Tuas gigi percepatan Suzuki SV650S.
Corak penukaran gigi percepatan sepeda motor yang lazim digunakan :
            6
         5 ┘
      4 ┘
    3 ┘
  2 ┘
N
1
Tuas pengungkit gigi percepatan diinjak dengan kaki kiri untuk masuk ke gigi 1 dan diungkit keatas untuk masuk ke gigi 2, 3, dan seterusnya. Bila ingin menurunkan kecepatan, maka tuas pengungkit gigi percepatan diinjak kebawah dari 5 ke 4 ke 3 dan seterusnya.
2. transmisi otomatis

Potongan transmisi otomatis

Gigi planetari pada transmisi otomatis.
Transmisi otomatis adalah transmisi yang melakukan perpindahan gigi percepatan secara otomatis. Untuk mengubah tingkat kecepatan pada sistem transmisi otomatis ini digunakan mekanisme gesek dan tekanan minyak transmisi otomatis. Pada transmisi otomatis roda gigi planetari berfungsi untuk mengubah tingkat kecepatan dan torsi seperti halnya pada roda gigi pada transmisi manual.
Kecendenderungan masyarakat untuk menggunakan transmisi otomatis semakin meningkat dalam beberapa tahun belakangan ini, khususnya untuk mobil-mobil mewah, bahkan type-type tertentu sudah seluruhnya menggunakan transmisi otomatis. Kenderungan yang sama terjadi juga pada sepeda motor seperti Yamaha Mio, Honda Vario.

Moda transmisi otomatik

Transmisi otomatik dikendalikan dengan hanya menggerakkan tuas percepatan ke posisi tertentu. Posisi tuas transmisi otomatik disusun mengikut format P-R-N-D-3-2-L, sama ada dari kiri ke kanan ataupun dari atas ke bawah. Mesin hanya bisa dihidupkan pada posisi P ataupun N saja.
Umumnya moda transmisi otomatik adalah seperti berikut:
  • P (Park) adalah posisi untuk kendaraan parkir, Transmisi terkunci pada posisi ini sehingga kendaraan tidak bisa didorong.
  • R (Reverse) adalah posisi untuk memundurkan kendaraan.
  • N (Neutral) adalah posisi gir netral, hubungan mesin dengan roda dalam keadaan bebas.
  • D (Drive) adalah posisi untuk berjalan maju pada kondisi normal.
  • 2/S (Second) adalah posisi untuk berjalan maju di medan pegunungan .
  • 1/L (Low) adalah posisi maju pada gir ke satu, hanya digunakan pada saat mengendarai pada medan yang sangat curam.
Sedangkan opsionalnya adalah :
  • 3 adalah posisi untuk berjalan maju dan transmisi tidak akan berpindah pada posisi gir atas.
  • O/D (Over Drive) adalah posisi supaya perpindahan gir pada transmisi terjadi pada putaran mesin yang lebih tinggi.
3. transmisi semi-otomatis

Setir Ferrari F430 yang dilengkapi pemindah gigi percepatan
Transmisi semi-otomatis merupakan tranmisi yang perpindahan gigi percepatannya tanpa menginjak/menekan kopling, sistem ini menggunakan sensor elektronik, prosesor dan aktuator untuk memindahkan gigi percepatan atas perintah pengemudi. Sistem ini dikembangkan untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas didaerah perkotaan. Transmisi semi otomatis juga digunakan pada mobil-mobil sport mewah seperti digunakan Porsche, Maserati, Ferrari yang kadang-kadang ditempatkan pada setir untuk mempermudah perpindahan gigi percepatan.

Pemakaian lain

Motor bebek yang beredar di Indonesia pada awal tahun 1970an sampai sekarang umumnya menggunakan transmisi semi-otomatis yang sederhana, motor bebek sangat populer pada waktu itu baru belakangan ini mulai diproduksi dan dipasarkan motor transmisi otomatis seperti digunakan pada Yamaha Mio, Honda Vario.

[sunting] Nama dagang transmisi semi otomatik

KONTRUKSI BAN MOBIL

Bagian ban
1.    Tread
Tread adalah kulit luar dari ban berfungsi melindungi carcas dari keausan dan kerusakan lainnya. Tread yg berhubungan dengan jalan disebut crown.
Bagian samping ban disebut side wade dan daerah pertemuan dengan tread disebut shoudaer
Permukaan crown disebut pattern (batik ban) yg bentuknya bermacam-macam alur disebut grooue atau non skid soulder mempunyai bagian karet yang paling tebal dan terdapat grooue
2.    Breaker
Breaker ditempatkan diantara tread dan carcass berfungsi meredam goncangan sebagai tambahan untuk mencegah pemisahan dan mengurangi elasitastal selembar karet disisipkan antara carcass dan breaker yg berfungsi sebagai bantalan
3.    Bead
Bead digunakan pada carcas supaya tidak keluar dari ujung card. Karet bead terbuat dari baja dengan kadar karbon tinggi bagian yg berhubungan dengan pelek dan lebih dekat dengan pusat ban dinamakan bead toe
Flip per membungkus bead wire dan di dalam juga terdiri beaf tiler karet kertas berbentuk segitiga bagian yg berhubungan dengan  flange pelek disebut bead heil
Fungsi ban pada kendaraan bermotor
     Fungsi ban/roda pada kendaraan bermotor terdapat fungsi ban sebagai berikut:
·         Ban menopang seluruh berat kendaraan
·         Ban sebagai media yang kenyal antara jalan dengan kendaraan
·         Ban bersentuhan langsung dengan permukaan jalan dan memindahkan gerakan serta daya pengereman ke jalan
·         Ban mengadakan kontak ke jalan
·         Meredam kejutan yang diterima dari permukaan jalan yg tidak rata
·         Menyerap panas akibat gesekan dengan permukaan jalan
Pembagian ban menurut kontruksinya
Ban pada dasarnya struktur/kontruksinya ada 3 macam yaitu:
Ø  Struktur bias
Ban dengan struktur bias paling banyak dipakai. Dibuat dari banyak lembar card yg digunakan sebagai rangka (trame) ban. Card di cemin dengan card zig-zag membentuk sudut 40-65 derajad
Ø  Struktur radial
Carcas rod membentuk sudut 90 derajad terhadap keliling ban. Bila dilihat dari samping kontruksi card adalah dalam arah radial dan arah pusat ban dan bagian yang berhubungan dengan jalan diperkuat oleh sabuk yang disebutbreaker atau belted
Ø  Struktur belted bias
Seperti struktur bias tetapi di tambah belt atau sabuk yang dipasang keliling diluar carcass sehingga menambah kekerasan ban yang berhubungan langsung dengan jalan
 Tread pettern
Tread pettern disebut juga kembang ban/batik ban penggunaan tread pettern dimulai pada tahun 1892. Karena pada waktu itu kendaraan berkecepatan rendah
Sedangkan mobil sekarang bertenaga beasr dan kecepatannya tinggi
Tread pada awalnya ada 4 bagian yaitu:
§  Rib
§  Cug
§  Block
§  Rib lug
Jika anda ingin melihat selengkapnya bisa klik disini Download untuk mendapatkan filenya. semoga bermanfaat dan terima kasih!!!

SISTEM TRANSMISI OTOMATIS SEPEDA MOTOR



1.      Transmisi
Transmisi yaitu salah satu bagian dari sistem pemindah tenaga yang berfungsi untuk mendapatkan variasi momen dan kecepatan sesuai dengan kondisi jalan dan kondisi pembebanan, yang umumnya menggunakan perbandingan roda gigi. Prinsip dasar transmisi adalah bagaimana mengubah kecepatan putaran suatu poros menjadi kecepatan putaran yang diinginkan. Gigi transmisi berfungsi untuk mengatur tingkat kecepatan dan momen mesin sesuai dengan kondisi yang dialami sepeda motor.
Sistem pemindah tenaga secara garis besar terdiri dari unit kopling, transmisi, penggerak akhir (final drive). Fungsi transmisi adalah untuk mengatur perbedaan putaran antara mesin dengan putaran poros yang keluar dari transmisi. Pengaturan putaran ini dimaksudkan agar kendaraan dapat bergerak sesuai beban dan kecepatan kendaraan.
Rangkaian pemindah pada transmisi manual tenaga berawal dari sumber tenaga (engine) ke sistem pemindah tenaga yaitu masuk ke unit kopling (clutch), diteruskan ke transmisi (gear box), kemudian menuju final drive. Final drive adalah bagian terakhir dari sistem pemindah tenaga yang memindahkan tenaga mesin ke roda belakang.
2.      Transmisi Manual
Transmisi manual adalah transmisi kendaraan yang pengoperasiannya dilakukan secara langsung oleh pengemudi. Transmisi manual dan komponen-komponenya merupakan bagian dari sistem pemindah tenaga dari sebuah kendaraan, yaitu sistem yang berfungsi mengatur tingkat kecepatan dalam proses pemindahan tenaga dari sumber tenaga (engine) ke roda kendaraan.
Komponen utama dari gigi transmisi pada sepeda motor terdiri dari susunan gigi-gigi yang berpasangan yang berbentuk dan menghasilkan perbandingan gigi-gigi tersebut terpasang. Salah satu pasangan gigi tersebut berada pada poros utama (main shaft/ counter shaft). Jumlah gigi kecepatan yang terpasang pada transmisi tergantung kepada model dan kegunaan sepeda motor yang bersangkutan. Untuk memasukkan gigi pedal pemindah harus diinjak.
Cara kerja transmisi manual adalah sebagai berikut:
Pada saat pedal/ tuas pemindah gigi ditekan poros pemindah gigi berputar. Bersamaan dengan itu lengan pemutar shift drum akan mengait dan mendorong shift drum hingga dapat berputar. Pada shift drum dipasang garpu pemilih gigi yang diberi pin (pasak). Pasak ini akan mengunci garpu pemilih pada bagian ulir cacing. Agar shift drum dapat berhenti berputar pada titik yang dikehendaki, maka pada bagian lainnya (dekat dengan pemutar shift drum), dipasang sebuah roda yang dilengkapi dengan pegas dan bintang penghenti putaran shift drum. Penghentian putaran shift drum ini berbeda untuk setiap jenis sepeda motor, tetapi prinsipnya sama.
Garpu pemilih gigi dihubungkan dengan gigi geser (sliding gear). Gigi geser ini akan bergerak ke kanan atau ke kiri mengikuti gerak garpu pemillih gigi. Setiap pergerakannya berarti mengunci gigi kecepatan yang dikehendaki dengan bagian poros tempat gigi itu berada.
Gigi geser, baik yang berada pada poros utama (main shaft) maupun yang berada pada poros pembalik (counter shaft/output shaft), tidak dapat berputar bebas pada porosnya. Selain itu gigi kecepatan (1, 2, 3, 4, dan seterusnya), gigi-gigi ini dapat bebas berputar pada masing-masing porosnya. Jadi yang dimaksud gigi masuk adalah mengunci gigi kecepatan dengan poros tempat gigi itu berada, dan sebagai alat penguncinya adalah gigi geser.
3.      Transmisi Otomatis
Transmisi otomatis adalah transmisi kendaraan yang pengoperasiannya dilakukan secara otomatis dengan memanfaatkan gaya sentrifugal. Transmisi yang digunakan yaitu transmisi otomatis “V” belt atau yang dikenal dengan CVT (Continuous Variable Transmission). CVT adalah sistem transmisi daya dari mesin menuju ban belakang menggunakan sabuk yang menghubungkan antara drive pulley dengan driven pulley menggunakan prinsip gaya gesek.
4.      Nama dan fungsi komponen transmisi otomatis
Komponen transmisi otomatis adalah sebagai berikut:
A)    Puli Penggerak/ puli primer ( Drive Pulley/ Primary Pulley)
Puli primer adalah komponen yang berfungsi mengatur kecepatan sepeda motor berdasar gaya sentrifugal dari roller, yang terdiri dari beberapa komponen berikut:
               
a)      Dinding luar puli penggerak dan kipas pendingin
Dinding luar puli penggerak merupakan komponen puli penggerak tetap. Selain berungsi untuk memperbesar perbandingan rasio di bagian tepi komponen ini terdapat kipas pendingin yang berfungsi sebagai pendingin ruang CVT agar belt tidak cepat panas dan aus.
b)      Dinding dalam puli penggerak (movable drive face)
Dinding dalam merupakan komponen puli yang bergerak menekan CVT agar diperoleh kecepatan yang diinginkan.
c)      Bushing/bos puli
Komponen ini berfungsi sebagai poros dinding dalam puli agar dinding dalam dapat bergerak mulus sewaktu bergeser.
d)     6 buah peluru sentrifugal (roller)
Roller adalah bantalan keseimbangan gaya berat yang berguna untuk menekan dinding dalam puli primer sewaktu terjadi putaran tinggi. Prinsip kerja roller, semakin berat rollernya maka dia akan semakin cepat bergerak mendorong movable drive face pada drive pulley sehingga bisa menekan belt ke posisi terkecil. Namun supaya belt dapat tertekan hingga maksimal butuh roller yang beratnya sesuai. Artinya jika roller terlalu ringan maka tidak dapat menekan belt hingga maksimal, efeknya tenaga tengah dan atas akan berkurang. Harus diperhatikan juga jika akan mengganti roller yang lebih berat harus memperhatikan torsi mesin. Sebab jika mengganti roller yang lebih berat bukan berarti lebih responsif. karena roller akan terlempar terlalu cepat sehingga pada saat akselerasi perbandingan rasio antara puli primer dan puli sekunder terlalu besar yang kemudian akan membebani mesin.
Jika roller rusak atau aus harus diganti, karena kalau tidak segera diganti penekanan pada dinding dalam puli primer kurang maksimal. Kerusakan atau keausan roller disebabkan karena pada saat penekanan dinding puli terjadi gesekan antara roller dengan dinding dalam puli primer yang tidak seimbang, sehingga lama-kelamaan terjadi keausan pada roller.
e)      Plat penahan
Komponen ini berfungsi untuk menahan gerakan dinding dalam agar dapat bergeser ke arah luar sewaktu terdorong oleh roller.
f)       V belt
Berfungsi sebagai penghubung putaran dari puli primer ke puli sekunder. Besarnya diameter V-belt bervariasi tergantung pabrikan motornya. Besarnya diameter V-belt biasanya diukur dari dua poros, yaitu poros crankshaft poros primary drive gear shift. V-belt terbuat dari karet dengan kualitas tinggi, sehingga tahan terhadap gesekan dan panas.
B)    Puli yang digerakkan/ puli sekunder (Driven Pulley/ Secondary Pulley)
Puli sekunder adalah komponen yang berfungsi yang berkesinambungan dengan puli primer mengatur kecepatan berdasar besar gaya tarik sabuk yang diperoleh dari puli primer.
               
a)      Dinding luar puli sekunder
Dalam gambar 2.3.(a) sebelah atas adalah dinding luar puli sekunder. Bagian ini berfungsi menahan sabuk / sebagai lintasan agar sabuk dapat bergerak ke bagian luar. Bagian ini terbuat dari bahan yang ringan dengan bagian permukaan yang halus agar memudahkan belt untuk bergerak.
b)      Pegas pengembali
Pegas pengembali berfungsi untuk mengembalikan posisi puli ke posisi awal yaitu posisi belt terluar. Prinsip kerjanya adalah semakin keras per maka belt dapat terjaga lebih lama di kondisi paling luar dari driven pulley. Namun kesalahan kombinasi antara roller dan per CVT dapat menyebabkan keausan bahkan kerusakan pada sistem CVT. Berikut beberapa kasus yang sering terjadi:
1.      Per CVT yang terlalu keras dapat membuat drive belt jauh lebih cepat aus karena belt tidak mampu menekan dan membuka driven pulley. Belt semakin lama akan terkikis karena panas dan gerakan berputar pada driven pulley.
2.      Per CVT yang terlalu keras jika dipaksakan dapat merusak clutch / kupling. Panas yang terjadi di bagian CVT akibat perputaran bagian-bagiannya dapat membuat tingkat kekerasan materi partsnya memuai. Pada tingkat panas tertentu, materi parts tidak akan sanggup menahan tekanan pada tingkat tertentu pula. Akhirnya per CVT bukannya melentur dan menyempit ke dalam tapi justru malah bertahan pada kondisi yang masih lebar. Kopling yang sudah panas pun bisa rusak karenanya.
c)      Kampas kopling dan rumah kopling
Seperti pada umumnya fungsi dari kopling adalah untuk menyalurkan putaran dari putaran puli sekunder menuju gigi reduksi. Cara kerja kopling sentrifugal adalah pada saat putaran stasioner/ langsam (putaran rendah), putaran poros puli sekunder tidak diteruskan ke penggerak roda. Ini terjadi karena rumah kopling bebas (tidak berputar) terhadap kampas, dan pegas pengembali yang terpasang pada poros puli sekunder. Pada saat putaran rendah (stasioner), gaya sentrifugal dari kampas kopling menjadi kecil sehingga sepatu kopling terlepas dari rumah kopling dan tertarik kearah poros puli sekunder akibatnya rumah kopling menjadi bebas. Saat putaran mesin bertambah, gaya sentrifugal semakin besar sehingga mendorong kampas kopling mencapai rumah kopling dimana gayanya lebih besar dari gaya pegas pengembali.
d)     Dinding dalam puli sekunder
Bagian ini memiliki fungsi yang kebalikan dengan dinding luar puli primer yaitu sebagai rel agar sabuk dapat bergerak ke posisi paling dalam puli sekunder. Bagian ini ditunjukkan pada gambar 2.3. (a) sebelah atas.
e)      Torsi cam
Apabila mesin membutuhkan membutuhkan torsi yang lebih atau bertemu jalan yang menanjak maka beban di roda belakang meningkat dan kecepatannya menurun. Dalam kondisi seperti ini posisi belt akan kembali seperti semula, seperti pada keadaan diam. Drive pulley akan membuka sehingga dudukan belt membesar, sehingga kecepatan turun saat inilah torsi cam bekerja. Torsi cam ini akan menahan pergerakan driven pulley agar tidak langsung menutup. Jadi kecepatan tidak langsung jatuh. Bagian ini ditunjukkan dengan gambar 2.3.(a) komponen kecil dan alur pada poros.
C)    Gigi reduksi
Komponen ini berfungsi untuk mengurangi kecepatan putaran yang diperoleh dari cvt agar dapat melipat gandakan tenaga yang akan dikirim ke poros roda. Pada gigi reduksi jenis dari roda gigi yang digunakan adalah jenis roda gigi helical yang bentuknya miring terhadap poros.

             Jika anda ingin melihat selengkapnya bisa klik disini Download untuk mendapatkan filenya. semoga bermanfaat dan terima kasih atas

BATERAI (aki)



Baterai adalah alat elektro kimia yang dipakai untuk mensuplay listrik ke system starter mesin, pengapian dan lampu-lampu (penerangan dan komponen lainya)
Alat ini menyimpan listrik berupa energi kimia yang dikeluarkan pada saat diperlukan, kemudian di isi kembali oleh alternator. Didalam batrai terdapat elektrolit asam sulfat, elektrolit positif dan negative dalam bentuk plat yang terbuat dari timah. Ruangan dalam batrai dibagi menjadi berberpa ruangan yang disebut sel (6 sel untuk batrai 12 volt) antara plat-plat positif dan negative dihubungkan plat strap (pengikat plat)
Elektrolit
Elektrolit baterai dengan larutan asam sulfat dengan air sulingan. Berat jenis jenis elektrolit dalam keadaan penuh antara 1.260-1.280 pada 20°C
Elektrolit yang berat jenisnya 1.260 mengandung 65% air suling, sedangkan yang 1.280 mengandung 63% air suling
Elektrolit baterai adalah asam yang kuat sehingga dapat merusak kulit< mata dan pakaian. Bila elektrolit terkena kulit/pakaian maka basulah dengan air dan netralkan dengan campuran soda (sodium bikar bonat)   dengan air
Kotak baterai
Tempat yang menampung dan elemen baterai disebut kotak baterai. Ruangan didalamnya dibagi dalam 16 ruangan atau sel
Diluar baterai terdapat tanda garis batas permukaan atas dan bawah (UPPER dan LOWER). Plat-plat ditinggikan dari dasar dan diberi penyekat dengan tujuan agar tidak terjadi hubungan singkat. apabila ada bahan aktif (timah dll) yang jatuh dari plat
Kapasitas baterai
Kapasitas baterai adalah jumlah muatan listrik yang terkandung dalam baterai:


Kapasitas=ampere × jam
 


Atau dapat dihitung dengan rumus


Q= I.t
 


Keterangan:
Q= kapasitas baterai dalam amper/jam
I= arus pemakaian dalam ampere
t= waktu yang di tentukan dalam jam
Kode baterai
Baterai yang dijual di jepang diberi kode standart industry jepang (JIS) kode tersebut menunjukkan kapasitas baterai ukuran dan posisi terminal positifnya (kanan atau kiri)
Contoh:
55 D 23 L
               
                             Posisi terminal positif disebelah kiri
                      Panjang baterai
                      Lebar dan tinggi baterai
                      Kemampuab atau kapasitas
Kapasitas baterai
Kapasitas baterai menunjukan jumlah listrik yang disimpan. Baterai yang dapat digunakan sebagai sumber listrik
Dinyatakan dalam ah
Ah= ampere × hour
Lebar dan tinggi baterai
Kode
lebar
tinggi
A
162
127
B
203
127 atau 129
C
207
135
D
204
173
E
213
176
F
213
182
G
213
222
H
220
278
Sumbat ventilasi baterai
Sumbat ventilasi adalah tutup untuk lubang pengisian elektrolit. Disamping itu untuk memisahkan gas hydrogen dan uap asam. Sulfat dalam baterai dengan cara membiasakan gas hydrogen keluar lewat lubang ventilasi sedangkan uap asam sulfat mengembur pada tepi ventilasi dan menetes di bawah
Memeriksa berat jenis elektrolit
Berat jenis diukur dengan hydrometer, untuk mengukur. Hisaplah elektrolit kedalam hydrometer dan bacalah indicator dengan permukaan cairan segaris dengan mata usahakan pelampung tidak menyentu tabung
Jangan menambah air suling menjelang pengukuran kecuali kurang sekali dan elektrolit yg ada dalam hydrometer tidak cukup. Berat jenis elektrolit berubah sebesar 0.007 setiap penambahan temperature 1°C (0.004 per 1F) spesifikasi berat jenis elektrolit secara normal 20°C karena itu pengukuran pada temperature lain harus dikonversikan menurut rumus
Jika anda ingin melihat selengkapnya bisa klik disini download untuk mendapatkan filenya
SEMOGA BERMANFAAT...........