Jumat, 24 Januari 2014

KONTRUKSI BAN MOBIL

Bagian ban
1.    Tread
Tread adalah kulit luar dari ban berfungsi melindungi carcas dari keausan dan kerusakan lainnya. Tread yg berhubungan dengan jalan disebut crown.
Bagian samping ban disebut side wade dan daerah pertemuan dengan tread disebut shoudaer
Permukaan crown disebut pattern (batik ban) yg bentuknya bermacam-macam alur disebut grooue atau non skid soulder mempunyai bagian karet yang paling tebal dan terdapat grooue
2.    Breaker
Breaker ditempatkan diantara tread dan carcass berfungsi meredam goncangan sebagai tambahan untuk mencegah pemisahan dan mengurangi elasitastal selembar karet disisipkan antara carcass dan breaker yg berfungsi sebagai bantalan
3.    Bead
Bead digunakan pada carcas supaya tidak keluar dari ujung card. Karet bead terbuat dari baja dengan kadar karbon tinggi bagian yg berhubungan dengan pelek dan lebih dekat dengan pusat ban dinamakan bead toe
Flip per membungkus bead wire dan di dalam juga terdiri beaf tiler karet kertas berbentuk segitiga bagian yg berhubungan dengan  flange pelek disebut bead heil
Fungsi ban pada kendaraan bermotor
     Fungsi ban/roda pada kendaraan bermotor terdapat fungsi ban sebagai berikut:
·         Ban menopang seluruh berat kendaraan
·         Ban sebagai media yang kenyal antara jalan dengan kendaraan
·         Ban bersentuhan langsung dengan permukaan jalan dan memindahkan gerakan serta daya pengereman ke jalan
·         Ban mengadakan kontak ke jalan
·         Meredam kejutan yang diterima dari permukaan jalan yg tidak rata
·         Menyerap panas akibat gesekan dengan permukaan jalan
Pembagian ban menurut kontruksinya
Ban pada dasarnya struktur/kontruksinya ada 3 macam yaitu:
Ø  Struktur bias
Ban dengan struktur bias paling banyak dipakai. Dibuat dari banyak lembar card yg digunakan sebagai rangka (trame) ban. Card di cemin dengan card zig-zag membentuk sudut 40-65 derajad
Ø  Struktur radial
Carcas rod membentuk sudut 90 derajad terhadap keliling ban. Bila dilihat dari samping kontruksi card adalah dalam arah radial dan arah pusat ban dan bagian yang berhubungan dengan jalan diperkuat oleh sabuk yang disebutbreaker atau belted
Ø  Struktur belted bias
Seperti struktur bias tetapi di tambah belt atau sabuk yang dipasang keliling diluar carcass sehingga menambah kekerasan ban yang berhubungan langsung dengan jalan
 Tread pettern
Tread pettern disebut juga kembang ban/batik ban penggunaan tread pettern dimulai pada tahun 1892. Karena pada waktu itu kendaraan berkecepatan rendah
Sedangkan mobil sekarang bertenaga beasr dan kecepatannya tinggi
Tread pada awalnya ada 4 bagian yaitu:
§  Rib
§  Cug
§  Block
§  Rib lug
Jika anda ingin melihat selengkapnya bisa klik disini Download untuk mendapatkan filenya. semoga bermanfaat dan terima kasih!!!

SISTEM TRANSMISI OTOMATIS SEPEDA MOTOR



1.      Transmisi
Transmisi yaitu salah satu bagian dari sistem pemindah tenaga yang berfungsi untuk mendapatkan variasi momen dan kecepatan sesuai dengan kondisi jalan dan kondisi pembebanan, yang umumnya menggunakan perbandingan roda gigi. Prinsip dasar transmisi adalah bagaimana mengubah kecepatan putaran suatu poros menjadi kecepatan putaran yang diinginkan. Gigi transmisi berfungsi untuk mengatur tingkat kecepatan dan momen mesin sesuai dengan kondisi yang dialami sepeda motor.
Sistem pemindah tenaga secara garis besar terdiri dari unit kopling, transmisi, penggerak akhir (final drive). Fungsi transmisi adalah untuk mengatur perbedaan putaran antara mesin dengan putaran poros yang keluar dari transmisi. Pengaturan putaran ini dimaksudkan agar kendaraan dapat bergerak sesuai beban dan kecepatan kendaraan.
Rangkaian pemindah pada transmisi manual tenaga berawal dari sumber tenaga (engine) ke sistem pemindah tenaga yaitu masuk ke unit kopling (clutch), diteruskan ke transmisi (gear box), kemudian menuju final drive. Final drive adalah bagian terakhir dari sistem pemindah tenaga yang memindahkan tenaga mesin ke roda belakang.
2.      Transmisi Manual
Transmisi manual adalah transmisi kendaraan yang pengoperasiannya dilakukan secara langsung oleh pengemudi. Transmisi manual dan komponen-komponenya merupakan bagian dari sistem pemindah tenaga dari sebuah kendaraan, yaitu sistem yang berfungsi mengatur tingkat kecepatan dalam proses pemindahan tenaga dari sumber tenaga (engine) ke roda kendaraan.
Komponen utama dari gigi transmisi pada sepeda motor terdiri dari susunan gigi-gigi yang berpasangan yang berbentuk dan menghasilkan perbandingan gigi-gigi tersebut terpasang. Salah satu pasangan gigi tersebut berada pada poros utama (main shaft/ counter shaft). Jumlah gigi kecepatan yang terpasang pada transmisi tergantung kepada model dan kegunaan sepeda motor yang bersangkutan. Untuk memasukkan gigi pedal pemindah harus diinjak.
Cara kerja transmisi manual adalah sebagai berikut:
Pada saat pedal/ tuas pemindah gigi ditekan poros pemindah gigi berputar. Bersamaan dengan itu lengan pemutar shift drum akan mengait dan mendorong shift drum hingga dapat berputar. Pada shift drum dipasang garpu pemilih gigi yang diberi pin (pasak). Pasak ini akan mengunci garpu pemilih pada bagian ulir cacing. Agar shift drum dapat berhenti berputar pada titik yang dikehendaki, maka pada bagian lainnya (dekat dengan pemutar shift drum), dipasang sebuah roda yang dilengkapi dengan pegas dan bintang penghenti putaran shift drum. Penghentian putaran shift drum ini berbeda untuk setiap jenis sepeda motor, tetapi prinsipnya sama.
Garpu pemilih gigi dihubungkan dengan gigi geser (sliding gear). Gigi geser ini akan bergerak ke kanan atau ke kiri mengikuti gerak garpu pemillih gigi. Setiap pergerakannya berarti mengunci gigi kecepatan yang dikehendaki dengan bagian poros tempat gigi itu berada.
Gigi geser, baik yang berada pada poros utama (main shaft) maupun yang berada pada poros pembalik (counter shaft/output shaft), tidak dapat berputar bebas pada porosnya. Selain itu gigi kecepatan (1, 2, 3, 4, dan seterusnya), gigi-gigi ini dapat bebas berputar pada masing-masing porosnya. Jadi yang dimaksud gigi masuk adalah mengunci gigi kecepatan dengan poros tempat gigi itu berada, dan sebagai alat penguncinya adalah gigi geser.
3.      Transmisi Otomatis
Transmisi otomatis adalah transmisi kendaraan yang pengoperasiannya dilakukan secara otomatis dengan memanfaatkan gaya sentrifugal. Transmisi yang digunakan yaitu transmisi otomatis “V” belt atau yang dikenal dengan CVT (Continuous Variable Transmission). CVT adalah sistem transmisi daya dari mesin menuju ban belakang menggunakan sabuk yang menghubungkan antara drive pulley dengan driven pulley menggunakan prinsip gaya gesek.
4.      Nama dan fungsi komponen transmisi otomatis
Komponen transmisi otomatis adalah sebagai berikut:
A)    Puli Penggerak/ puli primer ( Drive Pulley/ Primary Pulley)
Puli primer adalah komponen yang berfungsi mengatur kecepatan sepeda motor berdasar gaya sentrifugal dari roller, yang terdiri dari beberapa komponen berikut:
               
a)      Dinding luar puli penggerak dan kipas pendingin
Dinding luar puli penggerak merupakan komponen puli penggerak tetap. Selain berungsi untuk memperbesar perbandingan rasio di bagian tepi komponen ini terdapat kipas pendingin yang berfungsi sebagai pendingin ruang CVT agar belt tidak cepat panas dan aus.
b)      Dinding dalam puli penggerak (movable drive face)
Dinding dalam merupakan komponen puli yang bergerak menekan CVT agar diperoleh kecepatan yang diinginkan.
c)      Bushing/bos puli
Komponen ini berfungsi sebagai poros dinding dalam puli agar dinding dalam dapat bergerak mulus sewaktu bergeser.
d)     6 buah peluru sentrifugal (roller)
Roller adalah bantalan keseimbangan gaya berat yang berguna untuk menekan dinding dalam puli primer sewaktu terjadi putaran tinggi. Prinsip kerja roller, semakin berat rollernya maka dia akan semakin cepat bergerak mendorong movable drive face pada drive pulley sehingga bisa menekan belt ke posisi terkecil. Namun supaya belt dapat tertekan hingga maksimal butuh roller yang beratnya sesuai. Artinya jika roller terlalu ringan maka tidak dapat menekan belt hingga maksimal, efeknya tenaga tengah dan atas akan berkurang. Harus diperhatikan juga jika akan mengganti roller yang lebih berat harus memperhatikan torsi mesin. Sebab jika mengganti roller yang lebih berat bukan berarti lebih responsif. karena roller akan terlempar terlalu cepat sehingga pada saat akselerasi perbandingan rasio antara puli primer dan puli sekunder terlalu besar yang kemudian akan membebani mesin.
Jika roller rusak atau aus harus diganti, karena kalau tidak segera diganti penekanan pada dinding dalam puli primer kurang maksimal. Kerusakan atau keausan roller disebabkan karena pada saat penekanan dinding puli terjadi gesekan antara roller dengan dinding dalam puli primer yang tidak seimbang, sehingga lama-kelamaan terjadi keausan pada roller.
e)      Plat penahan
Komponen ini berfungsi untuk menahan gerakan dinding dalam agar dapat bergeser ke arah luar sewaktu terdorong oleh roller.
f)       V belt
Berfungsi sebagai penghubung putaran dari puli primer ke puli sekunder. Besarnya diameter V-belt bervariasi tergantung pabrikan motornya. Besarnya diameter V-belt biasanya diukur dari dua poros, yaitu poros crankshaft poros primary drive gear shift. V-belt terbuat dari karet dengan kualitas tinggi, sehingga tahan terhadap gesekan dan panas.
B)    Puli yang digerakkan/ puli sekunder (Driven Pulley/ Secondary Pulley)
Puli sekunder adalah komponen yang berfungsi yang berkesinambungan dengan puli primer mengatur kecepatan berdasar besar gaya tarik sabuk yang diperoleh dari puli primer.
               
a)      Dinding luar puli sekunder
Dalam gambar 2.3.(a) sebelah atas adalah dinding luar puli sekunder. Bagian ini berfungsi menahan sabuk / sebagai lintasan agar sabuk dapat bergerak ke bagian luar. Bagian ini terbuat dari bahan yang ringan dengan bagian permukaan yang halus agar memudahkan belt untuk bergerak.
b)      Pegas pengembali
Pegas pengembali berfungsi untuk mengembalikan posisi puli ke posisi awal yaitu posisi belt terluar. Prinsip kerjanya adalah semakin keras per maka belt dapat terjaga lebih lama di kondisi paling luar dari driven pulley. Namun kesalahan kombinasi antara roller dan per CVT dapat menyebabkan keausan bahkan kerusakan pada sistem CVT. Berikut beberapa kasus yang sering terjadi:
1.      Per CVT yang terlalu keras dapat membuat drive belt jauh lebih cepat aus karena belt tidak mampu menekan dan membuka driven pulley. Belt semakin lama akan terkikis karena panas dan gerakan berputar pada driven pulley.
2.      Per CVT yang terlalu keras jika dipaksakan dapat merusak clutch / kupling. Panas yang terjadi di bagian CVT akibat perputaran bagian-bagiannya dapat membuat tingkat kekerasan materi partsnya memuai. Pada tingkat panas tertentu, materi parts tidak akan sanggup menahan tekanan pada tingkat tertentu pula. Akhirnya per CVT bukannya melentur dan menyempit ke dalam tapi justru malah bertahan pada kondisi yang masih lebar. Kopling yang sudah panas pun bisa rusak karenanya.
c)      Kampas kopling dan rumah kopling
Seperti pada umumnya fungsi dari kopling adalah untuk menyalurkan putaran dari putaran puli sekunder menuju gigi reduksi. Cara kerja kopling sentrifugal adalah pada saat putaran stasioner/ langsam (putaran rendah), putaran poros puli sekunder tidak diteruskan ke penggerak roda. Ini terjadi karena rumah kopling bebas (tidak berputar) terhadap kampas, dan pegas pengembali yang terpasang pada poros puli sekunder. Pada saat putaran rendah (stasioner), gaya sentrifugal dari kampas kopling menjadi kecil sehingga sepatu kopling terlepas dari rumah kopling dan tertarik kearah poros puli sekunder akibatnya rumah kopling menjadi bebas. Saat putaran mesin bertambah, gaya sentrifugal semakin besar sehingga mendorong kampas kopling mencapai rumah kopling dimana gayanya lebih besar dari gaya pegas pengembali.
d)     Dinding dalam puli sekunder
Bagian ini memiliki fungsi yang kebalikan dengan dinding luar puli primer yaitu sebagai rel agar sabuk dapat bergerak ke posisi paling dalam puli sekunder. Bagian ini ditunjukkan pada gambar 2.3. (a) sebelah atas.
e)      Torsi cam
Apabila mesin membutuhkan membutuhkan torsi yang lebih atau bertemu jalan yang menanjak maka beban di roda belakang meningkat dan kecepatannya menurun. Dalam kondisi seperti ini posisi belt akan kembali seperti semula, seperti pada keadaan diam. Drive pulley akan membuka sehingga dudukan belt membesar, sehingga kecepatan turun saat inilah torsi cam bekerja. Torsi cam ini akan menahan pergerakan driven pulley agar tidak langsung menutup. Jadi kecepatan tidak langsung jatuh. Bagian ini ditunjukkan dengan gambar 2.3.(a) komponen kecil dan alur pada poros.
C)    Gigi reduksi
Komponen ini berfungsi untuk mengurangi kecepatan putaran yang diperoleh dari cvt agar dapat melipat gandakan tenaga yang akan dikirim ke poros roda. Pada gigi reduksi jenis dari roda gigi yang digunakan adalah jenis roda gigi helical yang bentuknya miring terhadap poros.

             Jika anda ingin melihat selengkapnya bisa klik disini Download untuk mendapatkan filenya. semoga bermanfaat dan terima kasih atas

BATERAI (aki)



Baterai adalah alat elektro kimia yang dipakai untuk mensuplay listrik ke system starter mesin, pengapian dan lampu-lampu (penerangan dan komponen lainya)
Alat ini menyimpan listrik berupa energi kimia yang dikeluarkan pada saat diperlukan, kemudian di isi kembali oleh alternator. Didalam batrai terdapat elektrolit asam sulfat, elektrolit positif dan negative dalam bentuk plat yang terbuat dari timah. Ruangan dalam batrai dibagi menjadi berberpa ruangan yang disebut sel (6 sel untuk batrai 12 volt) antara plat-plat positif dan negative dihubungkan plat strap (pengikat plat)
Elektrolit
Elektrolit baterai dengan larutan asam sulfat dengan air sulingan. Berat jenis jenis elektrolit dalam keadaan penuh antara 1.260-1.280 pada 20°C
Elektrolit yang berat jenisnya 1.260 mengandung 65% air suling, sedangkan yang 1.280 mengandung 63% air suling
Elektrolit baterai adalah asam yang kuat sehingga dapat merusak kulit< mata dan pakaian. Bila elektrolit terkena kulit/pakaian maka basulah dengan air dan netralkan dengan campuran soda (sodium bikar bonat)   dengan air
Kotak baterai
Tempat yang menampung dan elemen baterai disebut kotak baterai. Ruangan didalamnya dibagi dalam 16 ruangan atau sel
Diluar baterai terdapat tanda garis batas permukaan atas dan bawah (UPPER dan LOWER). Plat-plat ditinggikan dari dasar dan diberi penyekat dengan tujuan agar tidak terjadi hubungan singkat. apabila ada bahan aktif (timah dll) yang jatuh dari plat
Kapasitas baterai
Kapasitas baterai adalah jumlah muatan listrik yang terkandung dalam baterai:


Kapasitas=ampere × jam
 


Atau dapat dihitung dengan rumus


Q= I.t
 


Keterangan:
Q= kapasitas baterai dalam amper/jam
I= arus pemakaian dalam ampere
t= waktu yang di tentukan dalam jam
Kode baterai
Baterai yang dijual di jepang diberi kode standart industry jepang (JIS) kode tersebut menunjukkan kapasitas baterai ukuran dan posisi terminal positifnya (kanan atau kiri)
Contoh:
55 D 23 L
               
                             Posisi terminal positif disebelah kiri
                      Panjang baterai
                      Lebar dan tinggi baterai
                      Kemampuab atau kapasitas
Kapasitas baterai
Kapasitas baterai menunjukan jumlah listrik yang disimpan. Baterai yang dapat digunakan sebagai sumber listrik
Dinyatakan dalam ah
Ah= ampere × hour
Lebar dan tinggi baterai
Kode
lebar
tinggi
A
162
127
B
203
127 atau 129
C
207
135
D
204
173
E
213
176
F
213
182
G
213
222
H
220
278
Sumbat ventilasi baterai
Sumbat ventilasi adalah tutup untuk lubang pengisian elektrolit. Disamping itu untuk memisahkan gas hydrogen dan uap asam. Sulfat dalam baterai dengan cara membiasakan gas hydrogen keluar lewat lubang ventilasi sedangkan uap asam sulfat mengembur pada tepi ventilasi dan menetes di bawah
Memeriksa berat jenis elektrolit
Berat jenis diukur dengan hydrometer, untuk mengukur. Hisaplah elektrolit kedalam hydrometer dan bacalah indicator dengan permukaan cairan segaris dengan mata usahakan pelampung tidak menyentu tabung
Jangan menambah air suling menjelang pengukuran kecuali kurang sekali dan elektrolit yg ada dalam hydrometer tidak cukup. Berat jenis elektrolit berubah sebesar 0.007 setiap penambahan temperature 1°C (0.004 per 1F) spesifikasi berat jenis elektrolit secara normal 20°C karena itu pengukuran pada temperature lain harus dikonversikan menurut rumus
Jika anda ingin melihat selengkapnya bisa klik disini download untuk mendapatkan filenya
SEMOGA BERMANFAAT...........

materi pelajaran baterai, sistem pengisian, dan motor starter

A. BATERAI
  •   Baterai adalah sebuah alat yang dapat menyimpan arus listrik dalam bentuk kimia yang dibutuhkan pada kendaraan.
         Ada dua jenis baterai, yaitu :
a.    Baterai kering.
b.    Baterai basah.
   Fungsi baterai secara umum adalah sebagai sumber energi listrik pada kendaraan, namun bila kita amati lebih detail maka fungsi baterai adalah :
1)    Saat mesin mati sebagai sumber energi untuk menghidupkan asessoris, penerangan, dsb.
2)   Saat starter untuk menghidupkan sistem starter.
                     3)   Saat mesin hidup sebagai stabilizer suplai listrik pada kendaraan,
                         dimana pada saat hidup energi listrik bersumber dari alternator. 

  •    Baterai pada kendaraan (mobil)  umumnya bertegangan 12 volt. Baterai 12 volt terdiri dari enam sel yang masing – masing sel bertegangan 2 volt dan dihubungkan secara serie untuk setiap blok sel guna memperbesar tegangan.
Setiap sel terdiri dari beberapa plat positif dan plat negatif. Kedua plat tersebut dipisahkan oleh separator agar tidak terjadi hubungan langsung (hubungan singkat). Dalam setiap sel baterai jumlah plat negatif lebih satu jika dibandingkan dengan plat positif.
  •   Elektrolit Baterai merupakan campuran antara air suling (H20) dengan asam sulfat (S04), komposisi campuran adalah 64% H2Odan 36% SO4. Dari campuran tersebut diperoleh elektrolit baterai dengan berat jenis 1,270.
  • Kotak baterai adalah wadahyang menampung elektrolit dan elemen baterai. Ruangan di dalamnya dibagi menjadi ruangan sesuai dengan jumlah selnya. Pada kotak baterai terdapat garis tanda upper level dan lower level, sebagai indicator jumlah elektrolit. 
  •  Sumbat ventilasi ialah tutup untuk lubang pengisian elektrolit.Sumbat ini juga berfungsi untuk memisahkan gas hydrogen (yang terbentuk saat pengisian) dan uap asam sulfat mengembun pada tepian ventilasi dan menetes kembali kebawah.  
 
  •    Besaran untuk menyatakan jumlah muatan listrik yang terkandung dalam baterai disebut kapasitas.
Kapasitas suatu baterai diukur dalam suatu Amper Hour (AH / Amper Jam). Besar kecilnya sebuah baterai dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain :
a.    Jumlah plat dalam setiap sel
b.    Luas penampang plat sel yang berhubungan dengan elektrolit
c.    Massa sel/plat yang aktif bereaksi
Dari factor tersebut di atas, dapat dipahami bahwa besar kecilnya kapasitas sebuah baterai, sekaligus menentukan ukuran suatu baterai.
Kapasitas barerai secara matematika dapat ditulis :
Kapasitas = Arus X waktu ( A X Jam/AH) atau Q=I X t
Ket : Q = Muatan listrik (Kapasitas)  
         I = Kuat arus listrik                                       t=Waktu(satuan jam)                                                                           
  •  Pengukuran dengan hydrometer
Kondisi isian baterai
B. J. Elektrolit ( < = Kg/I )
Tegangan sel
Penuh
1,26-1,28
2,12
Sedang
1,24-1,25
Kosong
1,08-1,1
1,75
  • Jika baterai dibiarkan terlalu lama tanpa diisi, maka akan terbentuk kristal-kristal sulfat yang halus. Tapi karena elektrolit tidak dapat menguap, maka berubalah kristal-kristal itu berubah menjadi kristal timbel sulfat yang kasar. Kejadian yang demikian disebut pensulfatan. Pensulfatan bisa menyebabkan pertambahan tahanan dalam dan akan menghalang-halangi reaksi kimia dalam baterai. Jika dalam keadaan pensulfatan ini baterai diisi dengan arus, maka baterai menjadi panas dan tegangan tiba-tiba naik secara tajam.
  •   Sesuai dengan tujuan perawatan, perawatan baterai bertujuan untuk memperoleh umur atau masa penggunaan baterai yang lebih lama. Terdapat 3 hal yang sering dilakukan terkait dengan baterai, ketiga hal tersebut adalah :

1.     Melepas baterai untuk tujuan perawatan, penggantian elektrolit, mengganti baterai dan melakukan perbaikan kendaraan yang perlu melepas baterai.
2.    Mengganti baterai dengan baterai baru.
3.    Melakukan bantuan starter akibat energy yang disimpan pada baterai tidak cukup untuk melakukan starter.
  • Asam sulfat, merupakan bahan elektrolit aktif pada baterai, yang bersifat sangat korosif/merusak. Ini dapat menyebabkan kerusakan pada semua bahan yang dikenainya. Ini akan menyebabkan keracunan atau luka bakar yang serius bila terkena kulit, dapat juga menyebabkan kebutaan bila mengenai mata.
  • 3 kelompok pemeriksaan dan pengujian baterai  yang sering dilakukan, yaitu :
1)    Pemeriksaan Visual
2)   Pemeriksaan elektrolit dan kebocoran
3)   Pengujian Beban
v  Pemeriksaan visual baterai meliputi :
1.     Kotak baterai :
Kotak baterai sering mengalami kerusakan yang dapat didentifikasi secara visual , jenis kerusakan kotak baterai antara lain : kotak retak akibat benturan, mengembang akibat over charging, bocor akibat keretakan atau mengembang.
2.    Sel-sel baterai :
Sel baterai sering mengalami gangguan yaitu sel yang mengembang akibat over charging maupun mengkristal dan sel rontok karena getaran, kualitas yang kurang baik maupun usia baterai.
3.    Terminal baterai dan konektor kabel :
Terminal baterai dan konektor merupakan bagian baterai yang sering mengalami kerusakan, bentuk kerusakan paling banyak adalah korosi yang disebabkan oleh uap elektrolit baterai maupun panas akibat konektor kendor atau kotor.
4.    Jumlah elektrolit
Jumlah elektrolit  perlu diperiksa secara periodic . Bila pengisian berlebihan (over charging) maka elektrolit cepat berkurang karena penguapan berlebihan. Pemeriksaan jumlah elektrolit dapat dilakukan dengan cepat karena kotak dibuat dari plastic  yang tembus pandang. Jumlah elektrolit harus berada diantara garis upper level dan lower level.

5.     Kabel Baterai
Kabel baterai dialiri arus yang sangat besar, saat mesin distarter besar arus dapat mencapai 250 – 500 A, tergantung dari daya motor starter, dengan arus sebesar itu kabel akan panas. Panas pada kabel menyebabkan elastisitas kabel menurun, isolator muda pecah dan terkupas, hal ini terjadi terutama pada isolator dekat dengan terminal baterai.
6.    Pemegang baterai
Pemegang baterai harus dapat mengikat baterai dengan kuat agar goncangan baterai dapat dihindari, sehingga usia baterai dapat lebih lama. Gangguan pada pemegang baterai antara lain kendor akibat mur pengikat karat untuk itu lindungi mur dengan mengpleskan vaselin/grease.
  •   Pengisian lambat ialah pengisian dengan kecepatan rendah untuk waktu yang lama sehingga terisi penuh. Besar arus pengisian  (Charge Rate) untuk pengisian lambat adalah maksimum 10% dari angka kapasitasnya. Sedangkan waktu (lamanya) pengisian, dpt ditentukan dengan rumus :
                 Ah
h = - X ( 1,2 sampai 1,5)
                  A
            Dimana :         h = lamanya pengisian
                                    Ah = Kondisi pengeluaran Kapasitas
                                    A = Besar arus pengisian
  •   Pengisian cepat umumnya digunakan bila waktu pengisian yang dibutuhkan sangat singkat.
Namun pengisian secara singkat dapat memperpendek umur baterai karena menggunakan arus pengisian yang besar sehingga dapat menaikkan suhu elektrolit dan akibatnya dapat merusak sel-sel pada baterai. Waktu (lamanya) pengisian untuk pengisian cepat biasanya dibatasi antara 0,5 sampai 1 jam, sedangkan besar arus pengisian dapt ditentukan dengan rumus :
             Ah
A = - X ( 1,2 sampai 1,5)
             1+h
               
          
Dimana :         A = Amper pengisian yang benar
                                    Ah = kondisi pengeluaran
                                    h = lamanya pengisian

  •  Rangkaian paralel adalah hubungan setiap terminal-terminal positif baterai dengan terminal positif baterai lainnya, demikian juga untuk terminal negatifnya. Syarat baterai yang dapat dirangkai secara paralel harus mempunyai tegangan sama. Kapasitasnya boleh sama, boleh berbeda. Bila tegangan baterai tidak sama dapat menimbulkan ledakan.
  •   Apabila baterai dirangkai secara seri, maka tegangan baterai tersebut akan bertambah, sejumlah tegangan baterai yang dirangkai namun kapasitasnya tetap. Karena itu baterai yang dapat dirangkai secara seri harus mempunyai kapasitas yang sama. Bila kapasitass baterai berbeda, maka dapat menyebabkan over heating pada baterai tersebut.
  • Kelebihan utama pengisian dengan paralel adalah :
1)    Tegangan pengisian rendah yaitu 12 V, sehingga rancangan trafo yang digunakan lebih sederhana.
2)   Tetap aman meskipun kapasitas baterai tidak sama.
Kelemahan :
1)    Tidak mampu menentukan dengan pasti berapa besar arus yang mengalir ke tiap baterai, sehingga sulit menentukan waktu pengisian yang tepat.
2)   Arus listrik yang di alirkan merupakan arus total pengisian, sehingga arusnya yang mengalir cukup besar sehingga kabel maupun klem buaya untuk pengisian.
  •  Kelebihan rangkaian seri :
1)    Mampu menentukan dengan pati berapa besar arus yang mengalir ketiap baterai, sehingga dapat menentukan waktu pengisian dengan tepat
2)   Arus listrik yang dialirkan besarnya sama untuk semua baterai, sehingga mudah ditentukan waktu pengisianya
3)   Besar arus pengisian normal berdasarkan kapasitas baterai yang paling kecil, sehingga arus pengisian kecil dan kabel maupun klem buaya yang digunakan untuk pengisian dapat dengan ukuran lebih kecil.
Kelemahan :
1)    Tegangan pengisian merupakan total tegangan baterai yang diisi, misal 4 baterai 12V, berarti tegangan pengisiaan sebesar 48 V.
2)   Tidak tepat digunakan untuk baterai yang kapasitasnya bervariasi, sebab harus mengikuti arus pengisian baterai yang kapasitas kecil, sehingga untuk baterai yang kapasitasnya besar waktu pengisian terlalu lama, dan bila mengikuti baterai kapasitas besar maka pada baterai yang kapasitasnya kecil akan mengalami over charging sehingga baterai cepat rusak. Dengan demikian metode ini kurang tepat untuk baterai dengan kapasitas yang jauh berbedah.
 
  •  Pengisian cepat adalah pengisian dengan arus yang sangat besar. Besar pengisian tidak boleh melebihi 50% dari kapasitas baterai, dengan demikian baterai 50 AH, besar arus pengisian tidak boleh melebihi 25 A.
            Prosedur pengisian cepat sebenarnya sama dengan pengisian normal, yang berbeda adalah besar arus pengisian yang diatur sangat besar. Selain itu juga factor resiko yang jauh lebih besar, sehingga harus dilakukan dengan ekstra hati-hati. Contoh saat pengisian normal sumbat baterai tidak dilepas tidak menimbulkan masaalah yang serius sebab temperature pengisian relative rendah sehingga uap elektrolit sangat kecil, berbeda dengan pengisian cepat dimana arus yang besar menyebabkan temperature elektrolit sangat tinggi sehingga penguapan sangat  besar, bila sumbat tidak dilepas kotak baterai dapat melengkung akibat tekanan gas dalam sel baterai yang tidak mampu keluar akibat lubang ventilasi kurang.
            Pengisian cepat sering dilakukan untuk membantu kendaraan yang mogok atau sedang dalam proses perbaikan, sehingga baterai tidak diturunkan dari kendaraan.
B. SISTEM PENGISIAN
  •   Sistem pengisian pada kendaraan secara umum berfungsi sebagai pengisi kembali muatan baterai yang telah dikeluarkan guna menghidupkan mesin dan mensuplai arus listrik pada komponen-komponen lainnya.
  •   Pembangkit tenaga listrik pada kendaraan disebut alternator atau generator.
  •  Umumnya kendaraan menggunakan alternator sebagai pembangkit listrik pada kendaraan, karena memiliki beberapa keuntungan dibandingkan generator.
  •  Alternator membangkitkan arus bolak-balik (AC), sementara arus yang tersimpan dalam baterai adalah arus searah (DC), sehingga sebelum digunakan untuk mengisi baterai, arus AC tersebut terlebih dahulu harus diubah menjadi arus DC melalui beberapa buah deoda.
  • Dilihat dari segi konstruksi dan tenaga listrik yang dihasilkan, maka alternator dan generator memiliki beberapa perbedaan yang mendasar, antara lain :
Faktor pembeda
Alternator
Generator
a. Kumparan pembangkit
Diam (stator)
Berputar (Angker)
b. Kumparan Medan
Berputar (rotor)
Diam (Stator)
c. Penyearah
Deoda
Komutator
d. Produksi arus
Tidak perlu diregulasi
Perlu diregulasi
  •  Keuntungan dan kerugian alternator
Keuntungan
Kerugian
Tidak perlu pembatas arus
Bila terjadi hubungan singkat dapat merusak alternator.
Tahan pada putaran tinggi
Pada putaran idle, tegangan pengisian sudah besar
Perlu sedikit tempat
  •   Keuntungan dan kerugian Generator
Keuntungan
Kerugian
Bila terjadi hubungan singkat generator tetap aman
Hanya pada putaran tinggi, generator dapat membangkitkan arus yang diperlukan
Membutuhkan banyak tempat
  •   Mesin yang dapat mengubah energi mekanis menjadi energi listrik disebut generator.
v  Prinsip kerja :
·         Bila kumparan diputar dalam medan magnet yang diam, atau
·         Medan magnet yang diputar pada kumparan yang diam (startor)
·         Maka akan timbul gaya geerak listrik (GGL) di sekitar belitan kawat.
  •  Pembangkit listrik pada alternator disebut pembangkit listrik 3 phase, yakni pembangkitan tenaga listrik dari 3 buah sumber.
  •   Agar pemotongan medan magnet lebih cepat dan gelombang yang dihasilkan lebih rapat sehingga arus yang keluar lebih rata, maka pada konstruksi alternator dibuat 6 pasang pol medan magnet listrik.
  Ø  Altenator mobil menghasilkan arus bolak-balik 3 phase. Untuk menghasilkan arus digunakan 3 lead wire dari gaya electromotive yang dibangkitkan oleh setiap kumparan. Sehubungan dengan hal tersebut, maka kumparan-kumparan itu perlu dilakukan penyambungan. Ada dua cara yang sering digunakan dalam penyambungan antara lain:
a.    Cara penyambungan delta (Delta connection)
b.    Cara penyambungan model bintang (Y)
  •   Altenator menghasilkan arus bolak balik tiga phase, tetapi sistem pengisia tidak dapat menggunakan arus tersebut , kecuali jika telah dirubah menjadi arus searah. Merubah arus bolak-balik menjadi arus searah disebut”penyearahan”. Penyearahan dapat dilakukan dengan beberapa cara, tetapi altenator mobil menggunakan diode yang sederhana dan efektif. Diode hanya memungkinkan arus mengaris pada satu arah. Jika digunakan enam buah diode, arus bolak-balik tiga phase tersebut diubah menjadi arus searah dengan jalan penyearahan gelombang penuh.
  •   Pada altenator, besar arus listrik yang dihasilkan adalah tergantungdari kemagnetan pada rotor, sedangkan pada rotor tergantung pada arus yang mengalir ke dalam kumparan rotor.
  • Secara Umum regulator berfungsi untuk :
a.    Meregulasi arus yang keluar dari generator
b.    Meregulasi tegangan pengisian
c.    Menghubungkan arus pengisian ke baterai saat tegangan generator lebih tinggi dari tegangan baterai
  •   Altenator berfungsi untuk merubah energi mekanik dari mesin menjadi energi listrik. Energi mekanik dari mesin diterima melalui sebuah pulley yang memutarkan rotor dan membangkitkan arus bolak-balik tiga phase pada stator.
  • Bagian-bagian alternator antara lain :
ü  Pulley
ü  Rotor
ü  Rear frame
ü  Fan
ü  Stator
ü  Spacer
ü  Brush
ü  Front frame
ü  Brush holder
ü  bearing
ü  rectifier
  •  Fungsi komponen utama Alternator
1.     Rotor berfungsi untuk membangkitkan medan magnet.
2.    Stator berfungsi untuk membangkitkan arus listrik bolak-balik.
3.    Diede berfungsi untuk menyearahkan arus bolak-balik tiga phase dan mencegah terjadinya arus balik.
4.    Rumah alternator berfungsi sebagai tempat dudukan rotor berputar di dalam stator dengan celah sekecil mungkin.
5.    Kipas pendingin berfungsi mendinginkan diode.
6.    Roda pully berfungsi memindahkan putaran dari motor ke rotor, menentukan perbandingan putaran motor dengan putaran alternator.
  •   Cara kerja sistem pengisian.
Tenaga yang diperlukan rotor alternator untuk membentuk garis gaya magnet dialirkan dari terminal f. besar tenaga tersebut diatur oleh regulator sesuai dengan tegangan pada terminal B. arus yang dihasilkan pada stator alternator akan dialirkan melalui terminal B, dan menyala bila tegangan terminal N kurang dari ketentuan.
1)    Cara kerja saat kunci kontak ON dan mesin mati.
Bila kunci kontak diputar ke ON, maka arus field dari baterai akan mengalir ke rotor dan merangsang rotor coil, pada saat yang sama, arus baterai juga akan mengalir ke lampu pengisian sehingga lampu akan menyala (ON).
2)   Cara kerja saat mesin hidup, kecepatan rendah sampai sedang.
Setelah mesin hidup dan rotor berputar, pada stator coil akan timbul tegangan dan tegangan sentral dialirkan ke voltage relay sehingga lampu charge akan padam. Pada saat yang sama, tegangan output bekerja pada voltage regulator. Arus medan (arus field) yang ke rotor dikontrol dan disesuaikan dengan tegangan yang dikeluarkan yang dikeluarkan terminal B, yang bereaksi pada voltage regulator. Jadi tergantung pada kondisi plo arus field akan mengalir atau tidak melalui resistor.
3)   Cara kerja saat mesin hidup pada kecepatan sedang – tinggi.
Bila putaran mesin bertambah, voltage yang dihasilkan oleh kumparan stator naik, dan gaya tarik dari kemagnetan kumparan voltage regulator menjadi lebih kuat. Dengan gaya tarik yang kuat, arus medan yang mengalir ke rotor coil akan mengalir terputus-putus.
  • Keselamatan kerja merangkai sistem pengisian :
        F  Berhati-hatilah terhadap polaritas baterai. Pastikan bahwa penyambungan baterai tidak terbalik.
        F  Karena tegangan baterai selalu berada pada terminal B baterai, maka terminal B baterai tidak boleh terhubung dengan massa.
        F  Jangan menghidupkan mesin saat terminal B alternator terlepas karena saat itu tidak terdapat pengatur tegangan, sehingga tegangan pada terminal N (netral) dapat naik dan kumparan relay terbakar.
        F  Terminal F dan terminal IG tidak boleh terbalik, apapun alasannya karena hal tersebut dapat menyebabkan rangkaian terbakar.
  •  Petunjuk merangkai sistem pengisian :
        Æ  Hubungkan terminal-terminal pada regulator dengan tepat sesuai petunjuk instruktur.
        Æ  Sebelum menghidupkan mesin periksakan rangkaian pada instruktur.
        Æ  Pada saat kunci kontak ON dan mesin belum dihidupkan, lampu control harus menyala.
        Æ  Saat mesin dihidupkan lampu control harus padam.
        Æ  Setelah rangkaian dianggap betul oleh instruktur, maka mesin dapat dihidupkan.
        Æ  Perhatikan penunjukan pada Ammeter dan Voltmeter
        Æ  Ampere Standart                 : kurang dari 10 A
        Æ  Tegangan Standart              : 13,8 – 14,8 V pada suhu 250 C (770 F)
Bila hasil pembacaan tidak sesuai standar, stel atau ganti regulator.

C. MOTOR STARTER
  • Motor starter tipe konvensional, bila dilihat dari segi konstruksi terdiri dari tiga bagian besar yakni :
a.    Bagian yang dapat menghasilkan momen putar (gaya putar)
b.    Mekanisme pemindah tenaga
c.    Magnetic switch (saklar magnet)
  •  Komponen yang menghasilkan gaya putar antara lain :
a.    Yoke dan pole core
b.    Field coil
c.    Armature (kumparan jangkar/Angker
d.    Brush (sikat)
  •  Yoke berfungsi sebagai tempat menyikat pole core yang terbuat dari besi/logam berbentuk selinder dan sekaligus sebagai rumah armature. Pole core berfungsi menopang field coil dan memperkuat medan magnet yang timbul pada field coil.
  •  Field coil (kumparan medan) dibuat dari lempengan tembaga , agar dapat mengalirkan arus listrik yang kuat. Arus listrik yang mengalir pada kumparan medan akan menghasilkan medan magnet yang kuat pada pole core dan memperkuat garis gaya magnet. Field coil disambungkan secara seri dengan armature coil, agar arus tersebut juga mengalir ke armature coil.
  •  Armature tersusun dari cela armature core, armature shaft, commutator, armature coil, dan lain-lain. Armature berputar diakibatkan dari interaksi antara medan magnet yang dibangkitkan oleh field coil dan armature coil.
  • Sikat (brush) yang ditekan pada segmen-segmen commutator armature oleh pegas-pegas sikat berfungsi menghantarkan arus dari field coil ke armature coil melalui segmen commutator.


  • Starter Clutch (Kopling starter) berfungsi untuk memindahkan momen puntir dari armature shaft ke roda penerus dan mencegah berpindahnya tenaga gerak mesin ke starter apabila mesin telah hidup akibat putaran mesin melampaui putaran armature.
Konstruksi starter clutch terdiri dari beberapa bagian, antara lain pinion, clutch roller, screw spline, inner dan outer. Untuk mempermudah perpindahan clutch atau pinion saat pinion akan berkaitan/lepas dari roda penerus, maka dibuat alur spiral di bagian dalam yang berkaitan dengan spiral spline pada ujung poros engkol.
  • Cara kerja kopling starter
a.    Pada saat menghidupkan starter
     Armature yang berputar akan memaksa clutch housing (rumah kopling) yang beralur untuk berputar lebih cepat daripada inner race yang disatukan dengan pinion gear. Clutch roller akan menggelinding ke arah yang sempit antara clutch housing dengan inner race, sehingga roller akan memindahkan momen dari clutch housing ke inner race selanjutnya ke pinion gear.
b.    Pada saat motor mulai hidup
     Bila mesin telah hidup momennya akan memaksa inner race akan berputar jauh lebih cepat dari clutch housing, akibatnya clutch roller akan menggelinding akan mendorong mencegah perpindahan momen mesin dari pinion gear ke motor sterter.
  •  Magnetic switch (kontak selenoit) terdiri dari hold-in coil, pull-in coil, return spring, plunyer dan komponen lainnya. Magnetic switch bekerja karena gaya magnet yang dibangkitkan di dalam kumparan dan mempunyai dua fungsi sebagai sebagai berikut :
1)    Mendorong pinion gear sehingga berkaitan dengan ring gear
2)   Bekerja sebagai main switch atau relai yang memungkinkan arus yang besar dari baterai mengalir ke motor starter.
  • Armature breanke (rem angker) berfungsi menghentikan dengan segera putaran angker untuk memungkinkan dapat distart lagi secepat mungkin. Gesekan pengerengan terjadi pada plat pemegang sikat dengan ujung komutator dan plat pengunci dengan pegas rem.

  •  Cara kerja motor starter type konvensional :
1.     Kunci kontak pada posisi “START”
     Bila kunci kontrak diputar pada posisi “start”, terminal 50 akan mengalirkan arus listrik dari baterai ke hold-in dan pull-in coil. Dari pull-in coil kemudian arus mengalir ke field coil dan armature melalui terminal C. saat itu arus yang mengalir kecil, sehingga putaran motor lambat. Pada saat yang sama medan magnit yang dibangkitkan oleh hold-in dan pull-in coil menarik plunyer ke kanan melawan pegas pengembali. Gerakan ini menyebabkan pinion gear terdorong ke kiri dan berkaitan dengan ring gear. Kecepatan putar motor yang lambat akan membuat perkaitan gigi menjadi lembut. Alur spiral membantu perkaitan pinion dan ring gear menjadi lebih lembut.
2.    Pada saat pinion gear dan ring gear berkaitan
     Pada pinion gear sudah berkaitan penuh dengan ring gear, kontak plat akan mulai menutup dan membuat main relai “ON” dengan menghubungkan terminal 30 dan C. akibat hubungan ini, maka arus yang mengalir ke motor menjadi besar dan menyebabkan motor berputar dengan momen yang lebih besar. Alur spiral memperkuat perkaitan pinion gear dengan ring gear.
3.    Saat kunci kontak kembali pada posisi “ON”
     Seperti pada saat kunci kontak pada posisi start, ini akan membangkitkan medan magnet yang menarik plunyer. Pada pull-in coil arus mengalir dengan arah yang berlawanan dan membangkitkan medan magnet yang akan mengembalikan plunyer ke posisi semula.
     Medan magnet yang terjadi pada kedua kumparan tersebut akan saling meniadakan, sehingga plunyer akan tertarik mundur kembali oleh pegas pembalik. Dengan demikian maka arus besar yang diberikan ke motor akan terputus dan bersamaan dengan itu pula plunyer akan memutuskan hubungan pinion gear dengan ring gear.
  •   Komponen-komponen motor starter type konvensional :
  Ring cover
  Lock plate
  Spring
  Rubber
  Through bolt
  Commutator end frame
  Brush holder
  Field frame
  Armature
  Starter clutch
  Stop collar
  Snap ring
  Magnetic switch
  Drive lever
  Drive housing
  •  urutan pembongkaran motor starter :
1.     lepaskan end frame
a)    lepaskan sekerup dan bearing cover
b)   dengan menggunakan thickness gauge, periksa celah dorong armature shaft antara lock plate dengan end frame.
Celah dorong : 0,05 – 0,60 mm (0,0020 – 0,0236 In)
Pastikan untuk melakukan pengukuran ini kembali setelah selesai merakit.
2.    Lepaskan starter clutch
a)    Dengan menggunakan obeng, dorong stop collar masuk (mengarah ke dalam).
b)   Dengan menggunakan obeng, lepaskan snap ring.
c)    Lepaskan stop collar dari armature shaft.
             
  • Pengukuran
1.     Periksa bahwa komotator tidak berhubungan dengan massa.
- Alat : Avometer
- SOP : Bila terdapat hubungan, gantilah atmaturenya
2.    Periksa komutator dari kemungkinan sirkuit yang terbuka.
- Alat : Avometer
- SOP : Bila ada segmen yang tidak berhubungan gantilah armaturenya
3.    Periksa RunOut komutator.
- Alat : DTI
- SOP : 0,4
4.    Ukur diameter komutator.
- Alat : mistar geser
- SOP : 27 mm – 28 mm
5.    Periksa permukaan armature.
- Alat :
- SOP : Bila gergaji besi bergetar maka gantilah armaturenya
6.    Periksa field coil dari kemungkinan sirkuit yang terbuka.
- Alat : Avometer
- SOP : Bila tidak ada hubungan gantilah field framenya.
7.    Ukur panjang sikat.
- Alat : Mistar geser
- SOP : 10 – 16 mm
8.    Periksa sikat positif dan negative.
- Alat : Avometer
- SOP : Jika terdapat hubungan atau ganti brush holdernya
9.    Periksa bahwa field coil tidak berhubungan dengan massa.
- Alat : Avometer
- SOP : Bila tidak ada hubungan gantilah field framenya
10.  Periksa plunyer
Tekan plunyer kedalam dan lepaskan.
 Bila plunyer cepat kembali plunyer dalam keadaan baik.
11.  Periksa kopling
Putar pinion searah jarum jam, dan periksa bahwa dia berputar dengan lembut, sebaliknya putar pinion berlawanan jarum jam dan periksa kembali bahwa dia harus terkunci.
12.  Lakukan test sirkuit terbuka pull-in coil atau hubungan terminal 50 dan terminal C
- Alat : Avometer
- SOP : Bila tidak ada hubungan gantilah magnetic switch
13.  Lakukan test sirkuit terbuka Hold-in coil.
- Alat : Avometer
- SOP : Bila tidak ada hubungan gantilah magnetic switch
  • Urutan pemasangan motor starter :
1.     Pasang starter clutch pada armature
     Pasang stop collar yang baru pada armature kemudian dorong snap ring dengan menggunakan kunci socket.
2.    Pasang brush pada armature
     Dorong setiap sikat dengan menggunakan obeng kemudian masukkan ke komutator armaturenya.
3.    Pasang armature end frame
    Pasang end frame kemudian masukkan spring lock plate setelah itu pasang bearing cover.